Yuk, Ajarkan Anak Peduli pada Lingkungan (3)

Lalu, kegiatan peduli lingkungan apa saja yang bisa dilakukan per tahapan usia anak? Berikut di antaranya:

Usia Batita

  • Ajarkan membuang sampah pada tempatnya. Ibu/ayah mencontohkan atau bersama anak membuang sampah pada tempatnya.
  • Latih anak mematikan kran air, dengan cara yang sama seperti mengajarkan membuang sampah pada tempatnya.
  • Libatkan anak untuk memberi makan ikan.
  • Menceritakan dongeng terkait lingkungan alam. Seperti membuang sampah pada tempatnya atau merawat tanaman/hewan.
  • Memberi tayangan media visual terkait kehidupan flora fauna yang menyenangkan dan perlu dijaga serta dirawat.

 

Usia Prasekolah

  • Secara umum hal-hal yang dicontohkan pada anak batita juga dapat diterapkan pada anak usia ini.
  • Ajak ia berkunjung ke kebun binatang atau tempat flora fauna lainnya, seperti taman, kebun atau kolam.
  • Anak dapat memelihara tanaman dan hewan peliharaan. Libatkan ia dalam merawat hewan peliharaan, misal memberi makan, memandikan, membelai (kucing, anjing, kelinci) juga merawat tanaman (menyiram tanaman)
  • Rutin mengajak anak bermain di taman dan bagaimana menjaga kebersihan tatkala berada di taman.
  • Izinkan anak melihat orangtua kerja bakti di rumah atau lingkungan. Jelaskan mengapa kerja bakti perlu dilakukan.
  • Ajarkan memakai kertas tisu seperlunya. Jelaskan lasannya.

 

Usia SD

  • Prinsipnya hal-hal yang disebutkan pada si prasekolah dapat dilakukan anak SD.
  • Libatkan membantu membersihkan akuarium/rumah/taman ataupun kegiatan kerja bakti.
  • Libatkan dalam menanam dan merawat tanaman/ hewan peliharaan.
  • Ajarkan hal-hal sederhana terkait kegiatan keterampilan daur ulang. Seperti membuat mainan dari barang-barang tak terpakai/sampah. Misal, membuat topeng dari bubur kertas.
  • Ajarkan anak hemat dalam penggunaan air/listrik.
  • Tidak membuang makanan. Ambil makanan seperlunya dan habiskan makanan yang sudah diambil. Jelaskan bahwa makanan tersebut dihasilkan oleh tanaman-tanaman yang diusahakan petani. Tanaman tersebut jangan sampai terbuang percuma dan minta anak untuk membayangkan betapa masih banyak orang kelaparan serta bagaimana perasaan petani/peternak tatkala jerih lelah mereka terbuang percuma.

 

Usia Pra remaja

  • Kegiatan yang dapata pada anak SD juga tetap dilakukan oleh praremaja.
  • Libatkan dalam program go green seperti hemat pemakaian kantung plastik, kertas tisu, atau keterampilan membuat produk daur ulang.
  • Libatkan ke dalam kerja bakti
  • Anak dapat mengikuti kampanye Go green dengan teman-teman sekolah. Seperti, memakai pakaian bertema Go green, membuang sampah pada tempatnya , berani menegur teman yang membuang sampah sembarangan, mengajak teman-teman untuk hemat memakai air dan listrik.
  • Jika sudah remaja, maka anak dapat ikut serta dalam program KIR (Kerja Ilmiah Remaja) yang terkait dengan hemat energo.
  • Anak juga dapat terlibat ataupun melihat bagaimana pemanfaatan air hujan yang ditampung untuk menyiram tanaman.
  • Anak juga dapat dilibatkan untuk mematikan kran tatkala sikat gigi dan cuci tangan. Kran dipakai hanya untuk membilas tangan. Orangtua dapat menyediakan sabun yang hemat air (hanya sekali bilas dapat bersih). Lalu, jelaskan kepada anak tentang menggunakan sabun itu bahwa dapat menghemat air bersih.
  • Sediakan shower di kamar mandi. Dorong anak untuk mandi menggunakan shower ketimbang gayung atau bathtub. Tentu saja orangtua perlu menjadi contoh/teladan.

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 4 =