Yuk, Ajarkan Anak Peduli pada Lingkungan (1)

Lingkungan adalah tempat dimana kita tinggal dan hidup. Tentunya, lingkungan perlu kita jaga, selain agar tetap lestari, juga mencegah timbulnya bencana yang tak diinginkan. Misalnya kerusakan alam, longsor, banjir dan sebagainya.

Ada empat lingkungan yang perlu dikenalkan pada anak, yaitu:

  • Lingkungan di rumah seperti hewan peliharaan, taman, kebersihan dan kerapihan rumah.
  • Lingkungan di sekitar rumah seperti taman kompleks, kebersihan jalanan di sekitar rumah (tetangga dan sekitarnya).
  • Lingkungan sekolah seperti taman, kebersihan dan kerapihan lingkungan sekolah.
  • Lingkungan alam universal seperti flora fauna yang ada di provinsi, negara, dan dunia. Kebun binatang, jenis-jenis hewan yang dilindungi, kebersihan dan ketertiban lingkungan kota misalnya taman kota, kali/sungai kota, hutan kota, ataupun cakupan negara, serta fenomena alam yang terjadi.

MANFAAT POSITIF

Nah, sejak dini, kepedulian anak terhadap lingkungan alam sekitar perlu diasah sehingga dapat memetik berbagai manfaat positif, yaitu:

  • Tumbuh kesadaran anak bahwa ia bukan satu-satunya makhluk hidup yang ada di dunia ini. Ada hewan dan tumbuhan. Bahwa lingkungan alam sebagai tempat kehidupan bersama, baik itu manusia, hewan, dan tumbuhan.
  • Tumbuh rasa tanggung jawab anak akan lingkungan alam serta kesadaran untuk menjaga dan merawat lingkungan. Tentunya anak perlu ditanamkan kesadaran bahwa manusia diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk mengelola dan menjaga alam dengan rasa tanggung jawab demi kelestarian makhluk hidup.
  • Tumbuh kepekaan sosial. Anak belajar untuk peka terhadap lingkungan sekitar. Hal ini juga turut menumbuhkan kepekaannya terhadap sesama.
  • Tumbuh minat terhadap lingkungan alam sekitar. Hal ini juga dapat menumbuhkan rasa empati/kepekaan terhadap lingkungan. Muncul rasa ingin tahu anak akan lingkungannya. Ketika muncul minat ini, orangtua dapat memanfaatkan lingkungan alam sekitar sebagai media pembelajaran, baik pembelajaran akademik ataupun pembelajaran kehidupan, seperti nilai-nilai luhur spiritual, moral, atau norma sosial.

Pembelajaran akademik misal materi IPA atau Biologi, yaitu pembelajaran mengenai tumbuhan ataupun hewan, seperti menanam kacang hijau, bagaimana proses fotosintesis, pengaruh pupuk, proses ikan berkembang biak, atau jenis-jenis hewan mamalia). Pelajaran matematika, misal pada anak SD kelas 1, menggunakan bunga/daun sebagai objek untuk latihan berhitung. Lalu, pembelajaran nilai kehidupan, misal merawat tumbuhan berupa menyiram atau memberi pupuk. Bahwa Tuhan memberikan kehidupan pada tumbuhan dan bagaimana perasaan Tuhan bila kita tak merawat bahkan merusaknya? Orangtua dapat menanamkan nilai tanggung jawab terhadap kehidupan lingkungan alam sekitar.

  • Mengasah kepedulian lingkungan alam juga dapat menumbuhkan/menstimulasi kecerdasan naturalis. Tatkala anak dikenalkan dengan lingkungan alam, ia berkesempatan mengeksplorasi kecerdasannya, khususnya kecerdasan naturalis. Anak dapat menemukan dan meneguhkan cita-cita/passion-nya dalam bidang-bidang yang terkait lingkungan alam, seperti profesi dokter hewan, ahli botani, ahli pertanian, ahli peternakan, ahli perikanan, ataupun ahli perhutanan.
  • Proses menumbuhkan kepedulian lingkungan alam sekitar juga dapat dipakai sebagai proses latihan berpikir sebab akibat. Tindakan manusia (anak) terhadap lingkungan alam akan menimbulkan akibat yang dirasakan manusia dan alam. Orangtua dapat memberi contoh-contoh kehidupan sehari-hari ataupun kejadian-kejadian alam. Misal, kebakaran hutan akibat pembukaan lahat pertanian/perkebunan dengan cara pembakaran. Atau jika kita tidak mempedulikan/merawat tanaman, kelak akan mati/tidak subur. Jika kolam tidak dirawat maka ikan -ikan akan mati dan menimbulkan bau tak sedap.

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − twelve =