Usia Bayi, Momen Penting Pertumbuhan Otak

Mams, sebenarnya masa-masa bayi bertumbuh itu adalah hal terpenting sepanjang sejarah hidupnya, bahkan hingga dia tua nanti.

Nah, hal pertama yang perlu diketahui adalah bahwa otak bayi belum matang. Pada bayi baru lahir, yang telah berfungsi secara penuh hanya batang otak. Sementara, bagian otak yang lainnya hanya digunakan sebagian kecil. Sebelum seseorang mampu untuk memfungsikan semua bagian dari otaknya, sel-sel saraf harus berkembang dengan cara membentuk jaringan dari cabang-cabang sel saraf serta menumbuhkan lapisan myelin.

Kemudian, proses pematangan otak ini akan terjadi selama masa kanak-kanak. Tetapi, tahun pertama adalah periode yang paling penting sebab merupakan masa peletakan fondasi untuk perkembangan selajutnya.

Diperkirakan bahwa pada otak seorang bayi yang baru lahir terbentuk 4,7 juta cabang sel saraf baru setiap menitnya. Ketika bayi nangis, namun karena orang tuanya kelelahan mengasuhnya atau mungkin ada masalah dalam rumah tangganya sehingga menunjukkan reaksi marah pada si bayi. Akibatnya, neuron otak bayi itu banyak yang rusak. Alhasil, bayi menjadi stres.

Tentunya, proses pertumbuhan otak bayi ini tidak terjadi dengan sendirinya. Otak memerlukan stimulasi dari berbagai indra untuk membentuk cabang dan menumbuhkan lapisan myelin, terutama stimulasi dari indra keseimbangan, taktil, dan kinestesis.

Bayi memeroleh stimulasi dari sentuhan dan ayunan orangtuanya serta dari gerakan bayi ritmis yang dilakukannya sendiri secara terus- menerus. Jadi ketika orang tua menggendong dan mengayun, serta menyentuh dengan lembut, itu artinya memberikan stimulasi pada bayi.

Gerakan bayi berkembang dengan urutan tertentu menurut program yang dibawa sejak lahir dengan variasi yang berbeda dengan bayi lainnya. Berguling, merayap dengan perut, bergoyang dengan tangan dan lutut, dan merayap dengan tangan dan kaki merupakan beberapa fase penting dalam pertumbuhan.

Stimulasi otak bayi yang diperoleh dari gerakan ritmis bayi selama satu tahun pertama hidupnya sangatlah penting untuk perkembangan lebih lanjut dan pematangan otak bayi.

Pada anak-anak yang tidak mendapat stimulasi seperti ini dalam jumlah cukup, pematangan otak mereka akan terlambat atau terganggu. Pertumbuhan yang terlambat seperti ini dapat muncul sebagai gangguan pemusatan perhatian dengan atau tanpa hiperaktivitas.

Karena itu, alangkah pentingnya sedikit sentuhan dan ayunan dan pengaruhnya luar biasa dalam kehidupan seseorang.

Orang tua yang masa kecilnya tidak pernah mendapatkan sentuhan dan ayunan, sehingga refleksnya terganggu, menjadi suka marah-marah, emosinya datar, sulit berkomunikasi, tidak pernah menyentuh anak atau membelainya. Ternyata saat kecilnya ia mengalami hal yang sama, sehingga di otaknya tidak ada data tentang hal tersebut.

 

Seorang ilmuwan Amerika bernama Paul MacLean telah meneliti perkembangan otak pada reptil, mamalia, dan manusia. Menurut MacLean, otak manusia terdiri dari tiga lapisan yang membungkus batang otak seperti lapisan sebuah bawang bombai dan bekerja sebagai penghubung yang memandu neural chassis. Batang otak disebut juga sebagai otak belakang (hind brain).Tiga lapisan yang membungkus batang otak adalah :Otak reptil, mamalia dan neo cortex

Pentingnya Gerakan Ritmis Bayi untuk Membangun Koneksi Antar Bagian Otak

Ketika kita dilahirkan, semua bagian dari otak telah terbentuk lengkap, tetapi bagian-bagian tersebut belum bekerja secara sempurna.

  • Agar semua bagian otak berfungsi sebagai sebuah unit, bagian-bagian tersebut harus dikembangkan dan dihubungkan satu sama lain.
  • Hal ini dapat dicapai dengan gerakan ritmis yang dilakukan bayi untuk menstimulasi pertumbuhan dan pembentukan cabang dari sel saraf serta lapisan myelin pada serabut-serabut saraf.

 

Bayi memerlukan tonus otot yang cukup agar dapat bergerak dan menstimulasi koneksi antar bagian otak yang berbeda-beda. Agar tonus otot cukup, seorang bayi harus :

  • Disentuh / tactile
  • Dipeluk
  • Diayun-ayun
  • Diperbolehkan untuk bergerak bebas

 

Jadi bisa dibayangkan ketika seorang bayi baru belajar merambat dan dia naik tangga. Lalu mama/papanya melarang dengan keras dan berteriak “jangan”. Apa yang terjadi ketika anak yang sedang belajar dan bergerak bebas, banyak larangan, amarah dan aturan yang mengekang anak tersebut, padahal anak sedang berkembang

 

Stimulasi-stimulasi tersebut mengirim sinyal dari organ-organ indra taktil, vestibular, dan proprioseptif (kinestesis) ke pusat-pusat batang otak. Jadi jika batang otak menerima sinyal negatif dari lingkungan maka ia akan menjadi stres sehingga menghambat perkembangan otaknya.

 

Jika bayi tersebut mendapat stimulasi yang kurang dari indra-indra tersebut, akibatnya :

  • Tonus-tonus otot ekstensor akan menjadi lemah.
  • Membuat bayi tersebut sulit mengangkat kepala dan dada serta sulit bergerak.
  • Mengurangi stimulasi dari indra keseimbangan, taktil, proprioseptif, dan kinestesis.

Ketika bayi tersebut tidak dapat bergerak bebas, stimulasi yang sedikit tersebut diteruskan ke neokorteks lewat Reticular Activating System (RAS) pada batang otak. Tugas RAS adalah untuk menstimulasi neokorteks.

  • Ketika stimulasi ke neokorteks kurang, anak tersebut akan menjadi lamban dan kurang memerhatikan sinyal-sinyal sensoris.
  • Selain itu, sel-sel saraf dan jaring-jaring saraf dari neokorteks tidak akan berkembang sebagaimana mestinya.

 

Alasan Mengapa Bayi Mempunyai Kesulitan untuk Duduk Tenang dan Memperhatikan

Fakta bahwa jarring-jaring saraf otak belum berkembang dan bagian-bagian otak yang berbeda belum terhubung menjelaskan mengapa bayi tidak berlaku seperti versi kecil dari orang dewasa.

Bayi tidak mahir dalam mempertahankan perhatian mereka, dalam memusatkan konsentrasi pada tugas yang spesifik, ataupun dalam mengontrol impuls mereka. Hal ini karena jarring-jaring saraf dari neokorteks, terutama pada lobus frontal belum berkembang.

 

Bayi mempunyai masalah dalam mengatur tingkat aktivitas mereka dan pada usia 10-12 bulan, umumnya mereka bergerak kesana kemari sepanjang waktu serta menemui kesulitan untuk dapat duduk dengan tenang.

Karena beberapa alasan, otak anak belum mendapat stimulasi yang cukup dari berbagai indra agar jaring-jaring saraf otak berkembang dan bagian-bagian berbeda dari otak terhubung dengan baik.

Hal ini mungkin disebabkan oleh banyak keadaan seperti :

  • Lahir prematur
  • Cedera otak yang dialami saat persalinan
  • Faktor keturunan
  • Penyakit
  • Kurangnya stimulasi dari orang-orang yang paling dekat dengan anak tersebut
  • Ditinggalkan seorang diri tanpa stimulasi taktil atau vestibular
  • Dipaksa untuk menghabiskan waktu di baby walker dan jok mobil, bukannya dibiarkan bergerak ke sana kemari di atas lantai.

 

Banyak anak dengan ADHD yang mempunyai tonus otot yang lemah dan postur bungkuk dengan pernapasan pendek serta stimulasi neokorteks yang kurang memadai. Anak-anak seperti itu mungkin berganti-ganti sikap menjadi hiperaktif atau pasif. Mereka menjadi hiperaktif agar dapat menstimulasi neokorteks.

 

Penting juga diketahui, aktivitas motorik bayi yang baru lahir dikontrol oleh refleks-refleks primitif.Ketika bayi melakukan gerakan ritmis spontan, refleks-refleks primitif terinhibisi dan refleks-refleks postural berkembang.

Awalnya, gerakan-gerakan ini masih kurang lancar, tetapi setelah berlatih beberapa lama gerakan-gerakan tersebut menjadi lebih lancar hingga bayi berganti ke gerakan lainnya. Jika kebutuhan di luar dan di dalam tubuh tercukupi, maka bayi akan belajar untuk melakukan gerakan-gerakan ini secara tepat sebelum mulai melakukan gerakan yang baru.

 

Ketika bayi belajar untuk melakukan sebuah gerakan spesifik dengan tepat, itu berarti refleks primitif yang berhubungan dengan gerakan tersebut biasanya sudah terintegrasi. Contohnya: pada anak yang sedang menulis, dia menulis sambil menaruh kepalanya, mungkin saja ada inhibisi pada otot-otot tertentu yang mengakibatkan refleks posturalnya tidak berkembang sehingga dia menulis sambil membungkuk.

 

Pertanyaanya, bagaimana jika anak telat perkembangannya dan ia sudah terlanjut besar? lakukan saja gerakan seperti gerakan bayi dengan gerakan yang ritmis dan diulang-ulang. Sebagai contoh, pada yoga ada gerakan namanya cat pose.

 

Bagaimana bila anak perkembangannya lambat, duduk, merangkak dan jalan. Semua tahap dilalui tapi tidak tepat sesuai umur perkembangannya karena sering digendong dan kurang bereksplorasi di lantai. Selain itu, sejak kecil sudah dikasih tontonan video. Jadi sekarang, anak kurang konsentrasi malah cenderung aktif dan tak bisa duduk lama. Apa itu pengaruh karena sering digendong?

 

Tentunya hal tersebut akan mengganggu tahap perkembangan selanjutnya sehingga tidak berjalan dan terintegrasi dengan sempurna karena otak berkembang on schedule. Sering digendong dan kurang bereksplorasi di lantai membuat otaknya tidak bisa berkembang secara optimal. Ukuran batang otak mungkin tidak seperti anak yang bereksplorasi dengan bebas. Selain itu, bila sejak kecil sudah dikasih tontonan video, ini akan mengganggu refleks mata dan postural control sehingga sudah pasti sehingga anak jadi malas baca. Kompensasi anak yang sulit diam adalah upayanya untuk mengembangkan otak depan. Jadi, sering digendong membuat banyak refleks tertunda.

Maka perkembangan apapun harus dilalui, lebih baik terlambat daripada melewati tahap perkembangan seharusnya. (hil)

Narasumber: Bunda Lucy

Foto: freepik.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 12 =