Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Anak, Begini Caranya (1)

Agar buah hati kita dapat tumbuh dan berkembang optimal, salah satu kuncinya harus sehat.  Ya, tanpa kondisi fisik (dan psikis) yang prima, baik itu stimulasi, eksplorasi, ataupun pembelajaran akan sulit diberikan.

Nah, untuk mencapai kategori sehat ini tentu anak perlu memiliki sistem kekebalan tubuh. Masalahnya, anak usia balita relatif masih rentan menderita sakit/terinfeksi penyakit lantaran imunitasnya belum terbentuk secara sempurna. Meski begitu, kita dapat mengupayakan agar daya tahan tubuh anak tetap baik sehingga dapat menangkal kuman penyakit yang menyerang.

IMUNISASI

Vaksinasi sangat penting untuk melindungi si kecil dari berbagai penyakit tertentu. Ketika ia mendapatkan imunisasi, sistem kekebalan tubuhnya menguat dan antibodi siap melindungi tubuh dari zat asing, entah itu virus atau bakteri. Ada banyak sekali jenis vaksinasi yang dapat diberikan pada anak, bahkan sejak usia bayi. Dengan imunisasi, risiko si kecil terkena penyakit lebih kecil.

Imunisasi terdiri dari dua macam yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Imunisasi aktif memberikan kuman ataupun racun kuman yang dilemahkan sehingga merangsang tubuh melakukan antibodi sendiri. Sedangkan imunisasi pasif menyuntikan antibodi sehingga kadarnya meningkat di dalam tubuh anak.

Sistem imunitas yang baik berbanding lurus dengan kesehatan dan kecerdasan anak. Dengan fisik prima dan daya tahan tubuh yang maksimal, bibit kuman penyakit enggan menjangkiti anak, sehingga anak juga bisa beraktivitas dengan baik. Ketika seorang anak mengeksplorasi lingkungan sekitarnya untuk belajar, ia rentan terkena partikel berbahaya, seperti kuman penyakit. Kita tentu tidak boleh membatasi anak untuk belajar. Untuk itu diperlukan sistem imun yang baik  dengan pemberian imunisasi sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

 

MAKANAN BERGIZI SEIMBANG

Agar daya tahan tubuh meningkat, Mama perlu memberikan asupan makanan yang sehat dengan kandungan yang bergizi. Ya, komsusi makanan bergizi seimbang berhubungan erat dengan daya tahan tubuh.

Karena itu pastikan asupan gizi seimbang dalam menu harian anak, di antaranya kandunganprotein dan karbohidrat fungsinya untuk membantu menjaga sistem kekebalan tubuh tetap dalam kondisi optimal dan siap untuk membangun pertahanan melawan infeksi. Protein dapat diperoleh dari produk susu dan daging, sedangkan karbohidrat kompleks, dari biji-bijian seperti beras merah dan gandum utuh.

Nah, berikut ini hal-hal yang perlu kita perhatikan:

-ASI Ekslusif

Secara alami, imunitas didapatkan seorang bayi dari mamanya melalui ASI. Memang, bayi yang mendapatkan ASI secara ekslusif (sejak usia 0-6 bulan), tidak sekadar mendapatkan asupan makanan saja. ASI mengandung antibodi dalam jumlah besar yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh si buah hati.

Tak sedikit riset yang menunjukkan, dengan memberikan ASI maka kekebalan tubuh bayi akan meningkat dan memberikan perlindungan terhadap penyakit. Penelitian jugamenunjukkan, dengan ASI, daya tahan bayi lebih tinggi daripada anak yang tidak diberi ASI.

-MPASI

Bila bayi sudah lepas dari ASI ekslusif (setelah usia 6 bulan) mulai diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). ASI tetap diberikan hingga ia berusia 2 tahun. Nah pada MPASI ini, pastikan menu makanannya mencakup semua gizi yang dibutuhkan untuk perkembangan si kecil. Dalam makanan anak harus terpenuhi kategori gizi seimbang yang mencakup unsur karbohidrat, lemak, protein, serta vitamin dan mineral.

Foto: freepik.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + nine =