Tahapan Perkembangan Bahasa Bayi

Sebagai orangtua, penting juga bagi kita untuk memahami tahap perkembangan bahasa bayi dari bulan ke bulan. Nah, berikut uraiannya.

 

Usia 0-3 bulan

Menjelang usia 3 bulan, bayi sudah bisa:

  • Tersenyum saat Mama Papa hadir dihadapannya
  • Terkejut setelah mendengar suara keras, mulai mengoceh (cooing). Ocehan di awal kehidupan bayi ini sebagian akan hilang dan sebagian lagi akan berkembang menjadi celotehan dan selanjutnya berkembang lagi menjadi kata-kata.
  • Terdiam atau tersenyum ketika diajak berbicara
  • Mulai mengenai suara pengasuh utamanya, dalam hal ini mama.
  • Memiliki variasi tangsisan sesuai dengan kebutuhannya, misalnya tangisan lapar, tangisan mengatuk, tangisan karena sakit dan sebagainya.

 

Usia 4-6 bulan:

Menjelang usia 6 bulan, bayi sudah bisa:

  • Mengoceh (babbling) seperti “ma”, “uuh”, “na” “da”, dan sebagainya.
  • Celotehan ini seringkali dijadikan permainan pada saat bayi sendirian karena bayi senang mendengarkan suara dirinya sendiri.
  • Menggunakan suaranya untuk menyatakan rasa suka atau tidak suka.
  • Mengarahkan pandangannya menuju suara
  • Menyadari dan merespon perubahan intonasi suara
  • Membalas senyuman dan tawa dengan senyuman dan tawa juga
  • Mulai menyadari jika beberapa benda (khususnya mainan) dapat mengeluarkan suara.
  • Mulai memiliki perhatian pada musik.

 

Usia 7-9 bulan

Menjelang usia 9 bulan, bayi mulai:

  • Merespon saat dipanggil namanya
  • Merespon jika ada yang mengetuk pintu rumah
  • Menggunakan bahasa tubuh untuk menyatakan keinginannya, misalnya mengangkat tangan dan badannya saat ingin digendong
  • Mulai suka bermain dengan orang lain misalnya bermain cilukba

 

Usia 10-12 bulan

Menjelang usia akhir 12 bulan, bayi mulai;

  • Meniru suara, mengatakan beberapa kata misalnya, mamam, mama, papa.
  • Memahami instruksi sederhana misalnya “kemari”, “duduk di sini”
  • Mengarahkan badannya dan memandang arah sumber suara
  • Merespons pada larangan/kata tidak
  • Mulai menggunakan anggota badan untuk berkomunikasi misalnya melambaikan tangan saat mengucapkan selamat tinggal

 

EMPAT CARA STIMULASI

Lalu, bagaimana cara mengenalkan bahasa/stimulasi bahasa pada bayi? Berikut di antaranya:

  • Mulailah dengan membiasakan diri untuk berbicara sejajar dengan bayi. Perlihatkan pada bayi jika kita tertarik dengan apa yang ingin ia katakan atau lakukan. Di sisi lain, berbicara sejajar dengan bayi akan memudahkannya berinteraksi dengan kita.
  • Banyak bernyanyi dan tertawa saat menjalani rutinitas bersama si kecil misalnya pada saat makan, mandi dan berpakaian. Ingatlah untuk menyampaikan kepada bayi mengenai apa yang tengah dilihatnya, misalnya, “Mama usapkan minyak telon di perut adik ya,”, “Lihat! Kakak sedang bermain sepeda.” Bayi senang sekali mengenal dunia barunya, mengenal nama-nama benda yang baru ia kenal.
  • Ketika bayi sudah mulai bercoleteh, inilah saat yang tepat bagi kita untuk mendorong bayi meningkatkan kemampuan berbicaranya. Ajak bayi berceloteh sembari perlahan-lahan memperkenalkan coletehan yang baru yang akan memperkaya bunyi celotehannya. Dengan begitu, bayi akan mulai meninggalkan celotehannya dan mulai belajar bicara.
  • Membiasakan diri untuk berbicara dengan jelas dan pelan pada bayi sehingga memudahkannya mengenal fonem (pengucapan) kata-kata yang benar.(hil)

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × four =