Sopan Santun Anak Jaman NOW

Disadur dari Parent Academy Group WA (16 Januari 2019)

Peserta : 35 orang

Pemateri : Mama Edvina

Topik ini sengaja saya angkat karena memang itulah yang terjadi saat ini.

Kapan terakhir kali kita melihat seorang muda berjalan melewati orang tua dengan badan agak membungkuk dan bilang permisi?

Kalau sering berarti selamat anda masih tinggal dalam lingkungan yang saling menghormati satu sama lain…. 😁😁😁 Berbahagialah.

Mungkin kita pernah mendengar di medsos bagaimana para netizer muda begitu membully seorang ibu yang mengadakan petisi tentang keprihatinannya dengan pengaruh penampilan Black pink, band korea.

Atau ketika mereka membully ibu Elly Risman, dengan bahasa yang sangat tidak menghormati beliau sebagai seorang ibu dan seorang pakar.

Saya tidak mempersoalkan apakah mereka setuju atau tidak setuju.
Tapi bagaimana kata kata yang mereka pakai dalam memberikan pendapat.

Krisis kesantunan baik yang yang terjadi pada generasi muda mau pun yang tua saat ini sangat memprihatinkan.

Eits kok yang tua diikutsertakan? Bukankah yang muda harus menghormati yang tua? Hahaha… artinya kamu masih hidup dimasa penjajahan, Jose Julio.

Saya bertanya kepada anak saya yang sudah kelas 3 SMP.
Mengapa anak anak sekarang susah sekali disuruh menghormati orang tua.
Tahu jawabannya?
Dia bilang kenapa orang yang lebih tua merasa berhak untuk selalu dihormati. Padahal mereka memperlakukan anak anak atau yang lebih muda dengan seenaknya.

Kaget? Harus diakui anak sekarang lebih kritis cara berfikirnya.
Entah karena gizi ataaauuu…. dia memang benar.

Kita orang tua cenderung menuntut untuk selalu dihormati, dituruti oleh anak.
Lupa bahwa mereka juga butuh pengakuan dan dihormati.
Lupa sebagai orang tua bisa juga salah.

Lupa bahwa kita mengajarkan anak kita untuk meminta maaf, tapi kita tidak melakukannya.
Kebanyakan dari kita merasa bila kita melakukannya, anak akan merasa diatas angin, dan tidak mau menghormati orang tua.

Saya sharing hal ini karena mempunyai pengalaman seperti itu, baik sebagai anak mau pun sebagai orang tua.. 😁.
Anak belajar dan mengikuti dari apa yang dia lihat disekitar.
Sampai mulut kita berbusa menasehatinya percuma saja tanpa menunjukan kita juga melakukan yang kita katakan.

Saya sering bertanya tanya kenapa anak sekarang lebih kritis lebih berani menyatakan pendapat sering kali dengan cara sesuka hatinya.
Sedangkan anak jaman saya, yang mana sudah ehm agak lama.
Dipelototi saja sudah clep ga berani ngomong.

Janganlah kita mengatakan kepada anak tentang saling menghormati. Tapi ketika di restoran misalnya memperlakukan pelayan dengan seenaknya, marah marah kalau pesanannya telat.
Atau kepada pengemis, menolak dengan cara kasar tanpa tersenyum dan meminta maaf, karena belum bisa memberi.

Saya mengajarkan kepada anak ketika, misalnya, bersedekah dan si pengemis tersebut mendoakannya, maka berterimakasihlah. Mengajarkannya dengan menunjukan itu sebagai kebiasaan ibunya.

Yang paling penting adalah menunjukan kepada mereka bahwa menghormati harus dimulai dari kita dahulu.
Jangan menunggu orang lain untuk menghormati kita dulu.

Memang jadi sering berdebat dengan mereka, terutama dengan si sulung. Karena harus saya akui, kebanyakan contoh yang dia lihat adalah bukan seperti yang saya katakan atau tunjukan.

Dia masih sering melihat bagaimana orang menyentak seorang pengemis, marah marah kepada pelayan bahkan pernah mendengar perkataan bahwa orang tua tidak pernah salah.

Itulah di awal tadi saya mengatakan, kesantunan yang tua tua ini juga sangat memprihatinkan.

Dijaman medsos yang begitu gencar sekarang coba dicek saja kata kata yang digunakan.
Salah siapa? Ya salah kita yang tua tua ini.

Anak anak kita mencontoh dari kita.
Mereka merasa kalau yang dewasa boleh kenapa mereka tidak boleh.

Karenanya saya ingin mengajak para orang tua semua, untuk menjadi pelopor mengembalikan sikap saling menghormati. Saling menghormati akan melahirkan sikap sopan dan kesantunan, terhadap siapa saja.
Saling menghormati akan menimbulkan sikap empati terhadap sesama.

Bukankah kita ingin agar generasi bangsa ini menjadi generasi yang cerdas, kritis tapi juga berkarakter yang santun, sopan dan berempati kepada sesama.

Bayangkan bagaimana hebatnya Indonesia kelak dengan generasi generasi penerus bangsa yang demikian. Mungkin untuk contoh kesantunan ini kita bisa melihat Jepang.
Walau pun saya belum pernah kesana.. 😅😅😅.
Bagaimana mereka ketika bertemu dan berpisah saling membungkuk.
Bahkan para pejalan kaki yang diberikan kesempatan menyebrang, sempat sempatnya mengucapkan terima kasih, kepada pengendara mobil.

Indah sekali bila membayangkan kita bisa seperti itu.

  • Tidak ada saling klakson.
  • Saling salip karena tidak sabar sampai tujuan.
  • Dan yang paling penting tidak ada perkelahian karena hal hal remeh temeh.
  • Dan tentu saja tidak ada bullying.

Jadi menurut kesimpulan saya.
Saling menghormati harus dicontohkan dari atas ke bawah.
Dari orang tua kepada anak.
Dari guru kepada murid.
Dari seorang atasan kepada bawahan.
Dan dari yang kaya kepada yang miskin.

In Syaa Allah kita akan dapat membentuk masyarakat dan generasi muda yang lebih baik, saling menghormati, saling menjaga dan damai.

Mau join di Akademi Parenting Asia, silahkan hubungi 0818 074 44 074

https://bit.ly/2QtRJCL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − 9 =