Potensi Genetik Memengaruhi Perkembangan Anak

Hal mendasar yang penting kita ketahui dalam perkembangan anak adalah potensi genetik yang diturunkan melalui DNA ayah ibu. Mengapa ini penting? Karema masalah timbul dimulai dari genetik dan DNA orangtua sehingga menimbulkan perilaku dan emosi tertentu di masa kanak-kanak, remaja maupun dewasa.

 

Mungkin banyak orangtua yang tak habis pikir: Kenapa ya anak mudah emosi? Kok Si Kecil cengeng? Suka egois dan perilaku lain yang tak kita inginkan. Pastinya Anda bertanya-tanya: Kok, anak bisa begitu? Apa penyebabnya?

 

Nah, begini penjelasan. Ketika ibu hamil, organ janin yang pertama kali perkembang adalah jantung. Jantung menjadi “otak” pertama yang bertugas mengatur emosi. Terkait hal tersebut, penelitian dari Heart Brain menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara jantung, hati, dan otak emosi.

 

Maka jangan heran, ketika kita merasa emosi, detak jantung akan meningkat. Kenapa? Karena informasi dari jantung disampaikan pada sistem limbik di otak yang berperan mengatur emosi.

 

Perlu kita tahu, jantung dan hati bekerja sama satu sama lain sehingga mudah mengendalikan emosi.  Anda pernah dengar, kan, ketika seseorang dalam kondisi emosi memuncak, banyak yang menyarankan untuk bernapas secara teratur. Ya, itu tandanya kita sedang mengatur emosi dengan pola napas yang teratur. Akan tetapi, apa sebenarnya yang terjadi pada otak kita?

 

Saat pembuahan kedua pihak (ovum dan sperma) terjadi ketika keduanya atau salah satu orang tua memiliki emosi negatif, maka ketika terjadi pembuahan anak akan membawa emosi itu sepanjang hidupnya. Maka dapat dimaklumi ada orang tua yang tipe masochist atau sadistik dan memaksa istrinya melakukan hubungan, lalu anak yang lahir memiliki sifat emosional yang tinggi. Adanya salah satu pihak yang tidak siap atau terpaksa berhubungan akhirnya menciptakan keturunan dari emosi genetik yang kurang baik.

 

Sama seperti halnya dengan orang tua yang tidak peduli pada kebersihan (jorok) maka anak sering sakit-sakitan, atau mungkin juga karena DNA-nya yang kurang bersih dari orang tua yang tidak memerhatikan makanan, maka anak menjadi lesu atau tampak seperti kurang gizi hingga sangat rentan terhadap berbagai serangan penyakit.

 

Bagi yang ingin merencanakan kehamilan, relaksasi sebelum berhubungan sangat disarankan untuk menjaga kualitas buah hati. Hal kedua yang penting adalah ketika seorang anak menjadi juara dan berada dalam kandungan ibunya yang perlu dilakukan pertama kali adalah komunikasi, biarkan anak memahami apa yang Anda rasakan dan yang terjadi di luar dirinya lewat komunikasi.

 

Banyak kasus orang yang setelah dewasa yang sangat emosional tidak terkendali, setelah dilakukan hypnotherapy dan regresi, mundur pada kejadian pertama kalinya, maka didapatlah sebuah kesimpulan bahwa ketika di dalam kandungan dia merasa tidak dicintai karena Ayahnya sering memarahi Ibunya.

 

Apa hubungannya dengan janin yang dikandung? Ketika Ayahnya memarahi Ibunya, ibunya tidak pernah mengomunikasikan ke janin dalam kandungannya bahwa itu bukan tentang dia, bahwa Ayahnya bukan memarahi dia. Ada ibu yang datang untuk konsultasi karena anaknya seringkali emosi dan membuat ibunya keluar masuk rumah sakit dengan berbagai penyakit, setelah dicek ternyata saat dalam kandungan, mamanya mengalami panik yang luar biasa. Masalahnya adalah mamanya tidak pernah menceritakan itu kepada anaknya atau setidaknya membuat diri tenang agak janin yang di dalam kandungan juga merasa tenang.

 

Menjalin komunikasi pada bayi tidak harus menunggu sampai dia lahir. Sejak masih di dalam rahim pun, janin sudah bisa diajak ‘belajar’ oleh orangtuanya. Ia akan menunjukkan kemampuan kecerdasan ganda  pada usia sekolah.  Dengan  mengajaknya berkomunikasi saja, Anda sudah mengajarkan banyak hal.

 

Yang kedua, banyak ibu malas bergerak, karena banyak alasan. Misal karena pendarahan disuruh bed rest, karena kandungan lemah, karena kegendutan dan alasan lainnya padahal selama ibu tidak bergerak ini, refleks bayi dalam kandungan juga banyak yang terganggu, dia juga jadi malas bergerak. Sering kali ibu beralasan, malas bergerak karena bawaan bayi. Janin yang sempurna itu bergerak sesuai dengan tahapan perkembangan di dalam rahim namun terkadang stimulasi di luar yang membuatnya menjadi diam di dalam dan malas bergerak.

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + one =