Pentingnya Kolaborasi Mengasuh Anak (2)  

 Peran ayah tidak kalah penting dari peran ibu, namun sering terabaikan karena tugas ayah sebagai pencari nafkah utama banyak menguras waktu dan energi. Ayah sebagai pihak yang paling berwenang dalam hal menjalankan visi keluarga, penanggung jawab, konsultan pendidikan, pembangun sistem berpikir, penegak profesionalisme, maskulinitas, dan tegas dan tega.

Walaupun mungkin waktu yang dihabiskan ayah dengan anak lebih sedikit dibandingkan dengan waktu antara anak dan ibu, tetapi peran ayah sangat penting bagi anak. Berikut ini beberapa peran ayah dalam pengasuhan anak:

  1. Menumbuhkan rasa percaya diri dan kompetensi kepada anak melalui kegiatan bermain yang melibatkan fisik baik di dalam maupun di luar ruangan.
  2. Menumbuhkan kebutuhan akan hasrat berprestasi pada anak melalui kegiatan mengenalkan anak tentang berbagai kisah tentang cita-cita.
  3. Membangun kecerdasan emosional anak melalui peran sebagai kepala keluarga. Seorang anak yang dibimbing oleh ayah yang peduli, perhatian dan menjaga komunikasi akan berkembang menjadi anak yang lebih mandiri, kuat dan memiliki pengendalian emosi yang lebih baik.
  4. Memberikan toilet training kepada anak laki-lakinya, yaitu bagaimana menggunakan urinoir, toilet jongkok maupun duduk saat BAB dan cara membersihkan diri usai menggunakan toilet.
  5. Mengajarkan tentang peran jenis kelamin kepada anak laki-laki, tentang bagaimana harus bertindak sebagai laki-laki dan apa yang diharapkan oleh lingkungan sosial dari seorang laki-laki.
  6. Ayah cenderung mendorong anaknya untuk mengambil risiko. Hal ini biasanya dilakukan pada anak yang lebih tua saat anak perlu belajar untuk mandiri. Ayah akan memuji anak saat ayah percaya anak sukses melakukan sesuatu. Sedangkan ibu akan sering memuji anak dengan tujuan untuk menghibur atau membantu anak agar lebih bersemangat mengerjakan sesuatu. Hasilnya adalah anak akan lebih bekerja keras untuk mendapat pujian dari ayah mereka. Seorang ayah ingin melihat anaknya sukses, bahkan lebih sukses darinya, sehingga mendorong anak untuk bekerja lebih keras dan berani mengambil risiko.
  7. Merangsang aktivitas fisik

Berbeda dengan interaksi antara ibu dan anak, interaksi ayah dan anak lebih sering dilakukan dengan bercanda dan bermain fisik. Secara keseluruhan, interaksi antara anak dan ayah kurang terkoordinasi. Interaksi fisik antara anak dan ayah dapat menunjukkan kepada anak bagaimana menangani emosi, seperti kejutan, rasa takut, dan kegembiraan.

  1. Panutan kesuksesan/prestasi

Penelitian menunjukkan bahwa jika ayah menunjukkan kasih sayang, mendukung, dan terlibat dalam kegiatan anaknya, ayah dapat berkontribusi besar terhadap perkembangan kognitif, bahasa, dan sosial anak, serta berkontribusi pada prestasi akademik, kepercayaan diri, dan jati diri anaknya. Anak yang dekat dengan ayahnya cenderung memiliki prestasi baik di sekolahnya dan memiliki lebih sedikit masalah dalam perilaku.

Terutama untuk anak laki-laki, mereka akan menjadikan ayah sebagai panutan untuk dirinya. Mereka akan meminta persetujuan ayah atas segala sesuatu yang mereka lakukan dan sebisa mungkin melakukan kesuksesan yang sama seperti ayah mereka, bahkan jika bisa lebih dari ayahnya. (hil)

Foto: freepik.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + 9 =