Pentingnya Gizi untuk Tumbuh Kembang Anak (4)

Kekurangan berbagai zat gizi pada masa pertumbuhan dapat memengaruhi tumbuh kembang otak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kekurangan zat gizi secara langsung mengganggu proses perkembangan otak. Kekurangan gizi pada anak secara tidak langsung mempengaruhi pengalaman dan perilaku anak, yang dapat mengganggu perkembangan fungsi kognitifnya.

Gangguan perkembangan fungsi kognitif akibat kekurangan zat gizi selanjutnya akan mempengaruhi kemampuan belajar seseorang kedepannya. Gangguan perkembangan pada kondisi kekurangan zat gizi ini, dapat disebabkan oleh defisiensi berbagai macam zat gizi, yang umunya tidak terjadi tunggal kekurangan satu zat gizi saja, tetapi dapat terjadi kekurangan beberapa zat gizi. Untuk mencegah dan mengatasi kekurangan berbagai zat gizi, perlu adanya asupan gizi seimbang (sesuai tumpeng gizi seimbang), sehingga dapat terpenuhi kebutuhan zat gizi.

Gizi seimbang seperti yang dicanangkan Kementerian Kesehatan, merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih (cuci tangan sebelum makan) dan upaya mempertahankan berat Badan normal utk mencegah masalah gizi.

Selain perlu memperhatikan keanekaragaman asupan makanan sesuai kebutuhan, aspek keamanan pangan dan cuci tangan sebelum makan, ditujukan agar dapat terbebas dari kuman penyakit dan bahan berbahaya, untuk mencegah penyakit yang dapat mempengaruhi status gizi Konsumsi lima kelompok pangan (makanan pokok, lauk-pauk hewani serta nabati, sayuran, buah-buahan dan minum air putih) setiap hari atau setiap kali makan.

Dengan demikian, perlu pencegahan agar tidak terjadi anak dengan gizi kurang, gizi buruk, kekurangan zat gizi mikro, kekurangan zat gizi yang berkepanjangan, bayi berat lahir rendah atau pertumbuhan janin terhambat.

Dengan intervensi terhadap perbaikan asupan makanan anak, dapat meningkatkan pertumbuhan fisik, tingkat aktivitas, serta perilakunya. Sehingga kemudian anak mampu untuk memperoleh perlakuan perawatan yang sesuai usianya, dan pengasuh dapat memberikan respons positif yang menyenangkan sehingga akan memperbaiki perkembangan fungsi kognitifnya.

Maka perlu upaya peningkatan status gizi individu dan keluarga untuk optimalisasi tumbuh kembang termasuk fungsi kognitif menjadi lebih baik agar dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas bangsa.

Nah, upaya untuk mencapai terpenuhinya asupan gizi yang adekuat akan menunjang perkembangan fungsi kognitif yang baik. Asupan gizi seimbang yang berkualitas, akan menunjang status gizinya, kesehatannya, tumbuh kembang, termasuk perkembangan kognitif yang optimal. Alhasil, diharapkan dapat diperoleh anak- anak generasi penerus yang sehat dan berkualitas.

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 2 =