Pentingnya Gizi untuk Tumbuh Kembang Anak (2)

Apa dampaknya bila anak kekurangan gizi? Anak dengan malnutrisi mengalami kekurangan energi, sehingga menurunkan aktivitas fisiknya untuk bermain dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, yang turut berperan menghambat perkembangan mental dan fungsi kognitif.

Berbagai studi menunjukan adanya hubungan atara malnutrisi dengan gangguan fungsi neurologi jangka panjang. Pada anak gizi kurang dengan perawakan pendek dapat mengalami gangguan perkembangan kognitif, pencapaian  kemampuan belajar, membaca, aritmetika, bahasa, memori, atensi, serta pemrosesan informasi yang diberikan saat sekolah. Pada penelitian tersebut umumnya kondisi malnutrisi  terjadi akibat kekurangan zat gizi saat periode di dalam kandungan sampai dengan usia dua tahun.

Pemberian tambahan makanan pada ibu hamil dan anak dapat menstimulasi perbaikan status gizi dan fungsi kognitif. Maka penting upaya pencegahan jangan sampai mengalami malnutrisi, serta perlu dilakukan perbaikan yang optimal pada kondisi malnutrisi.

Beberapa zat gizi mikro yang dikaitkan dengan gangguan perkembangan fungsi kognitif antara lain zat besi, seng (zinc), yodium, vitamin A, vitamin C dan vitamin B komplek.

-Vitamin A

Vitamin A berperan dalam banyak hal. Salah satunya, menetralisir beberapa zat toksik di hati (detoksikasi hepatik) yang secara tidak langsung melindungi otak dari zat toksik. Vitamin A juga memengaruhi sinaps sel syaraf di daerah otak besar dan hipokampus yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif.

Vitamin berperan terhadap pengaturan genetik dan memodulasi reseptor sel syaraf, hal ini berhubungan dengan perubahan neurobiologis dan gangguan proses belajar yang tampak pada hewan coba yang mengalami defisiensi vitamin A. Vitamin A dan karotenoid bersama dengan mikronutrien lain (vitamin E, C, dan selenium) berfungsi memproteksi jaringan, khususnya jaringan syaraf, dari serangan radikal bebas.

Bahan makanan hewani (hati sapi, kuning telur, dan minyak ikan) mengandung vitamin A dalam bentuk aktif yang siap pakai. Bahan makanan sumber vitamin A dari nabati, menyediakannya dalam bentuk non aktif (pre vitamin A) yang perlu diubah menjadi aktif di dalam tubuh. Maka efektivitas asupan vitamin A dari bahan makanan hewani enam kali lebih kuat dibandingkan sumber dari nabati.

-Vitamin B1

Vitamin B1 sangat diperlukan untuk otak/ jaringan syaraf karena memfasilitasi penggunaan glukosa sebagai sumber energi utama otak. vitamin ini turut memodulasi fungsi kognitif. Defisiensi vitamin B1 dikenal dengan penyakit ber-beri. Setelah enam hari mengalami defisiensi, penderita akan mengalami kelesuan, penurunan intelegensi, mudah emosi, perubahan suasana hati, kram, gangguan memori, disertai kelainan pada fungsi jantung. Apabila defisiensi ini berkepanjangan akan menimbulkan gejala nyeri hebat di daerah lengan dan kaki. Vitamin B1 antara lain banyak terdapat pada bayam, kacang hijau, tomat, serta susu kedelai.

Kandungan vitamin B6 (piridoksin) di dalam organ otak 100 kali lebih banyak dibandingkan di dalam darah. Maka vitamin B6 diperlukan dalam pembentukan mediator kimia sel syaraf. Kadar vitamin B6 yang lebih tinggi berhubungan dengan hasil tes memori yang lebih baik. Bahan makanan sumber vitamin B6, termasuk pisang, semangka, tomat, brokoli, bayam, nasi putih, kentang, dan dada ayam.

Kemudian, defisiensi asam folat (vitamin B9) selama kehamilan menyebabkan kelainan pembentukan sistem syaraf janin. Namun hal ini dapat dicegah 85% dengan suplementasi asam folat sebelum mulai kehamilan. Defisiensi asam folat dapat menurunkan kapasitas intelektual. Bahan makanan yang tinggi asam folat diantaranya adalah hati, telur, berbagai sayuran berdaun hijau (bayam, brokoli) dan tomat.

Defisiensi vitamin B12  menginduksi kelainan neurologi, gangguan psikis, dan perubahan di dalam sel darah. Bahkan pada defisiensi vitamin B12, gejala neurologis dapat timbul lebih dulu sebelum terjadi kelainan hematologi (darah). Defisiensi vitamin B12 pada anak tidak hanya menghambat mielinisasi sel syaraf tetapi juga menyebabkan kerusakan sistem syaraf. Sumber vitamin B12 hanya bisa diperoleh dari makanan hewani, seperti telur, susu, ikan, ayam, daging sapi, dan kerang.

 

Vitamin C

Mikronutrien lain yang juga berperan adalah vitamin C. Di dalam otak, kadar vitamin C ini tinggi di dalam sel syaraf. Vitamin ini berperan mencegah neurodegenerative dan penyakit imun terkait sel syaraf. Vitamin dalam bentuk alfa tokoferol secara aktif digunakan oleh otak untuk proteksi membran sel syaraf. (hil)

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven − seven =