Pentingnya Gizi untuk Tumbuh Kembang Anak (1)

Percepatan tumbuh-kembang otak manusia terutama terjadi pada 1000 hari pertama kehidupannya, yaitu sejak masa konsepsi (pembuahan) hingga anak berusia 2 tahun. Dalam kurun waktu itu, otak berkembang amat pesat, dapat mencapai 90% total organ otak manusia. Bila ada gangguan tumbuh kembang pada masa itu, selain berdampak terhadap pertumbuhan tubuh, juga memengaruhi perkembangan kognitif, yang selanjutnya memengaruhi kecerdasan dan ketangkasan berpikir.

Kita tahu, fungsi kognitif begitu kompleks meliputi aktivitas mental secara sadar untuk berpikir, mengingat, belajar menggunakan bahasa, dan memecahkan masalah. Ruang lingkup fungsi kognitif mencakup kemampuan atensi, bahasa, memori, pertimbangan, pemecahan masalah, serta kemampuan eksekutif seperti merencanakan, menilai, mengawasi dan melakukan evaluasi sesuatu hal.

Nah, pengaruh kecukupan zat gizi terhadap perkembangan otak sudah terjadi sejak sebelum konsepsi dan sampai beberapa tahun kemudian. Ya, perkembangan fungsi kognitif yang optimal perlu asupan zat gizi yang cukup sejak awal kehidupan. Lantaran itu, ibu hamil dan menyusui, serta sampai anak berusia dua tahun perlu asupan nutrisi yang adekuat. Hal tersebut diperlukan untuk mencapai perkembangan otak anak, yang menjadi dasar kemampuannya di masa mendatang, baik terhadap fungsi kognitif, kemampuan adaptasi sosial, perkembangan sosio emosional, keberhasilan di sekolah, dan produktivitas kerjanya kelak.

Zat gizi secara umum terdiri dari kelompok zat gizi makro/ makronutrien (karbohidrat, protein, lemak serta air), dan kelompok zat gizi mikro/mikronutrien (berbagai vitamin dan mineral). Zat gizi makro merupakan zat gizi utama yang diperlukan dalam jumlah besar, yang terdapat dalam asupan makanan sehari-hari dan berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh yang digunakan untuk tumbuh kembang, pemeliharaan jaringan, fungsi organ tubuh, serta aktivitas.

Sedangkan zat gizi mikro diperlukan dalam jumlah sedikit oleh tubuh dan tidak dapat dibentuk oleh tubuh, sehingga perlu diperoleh dari asupan berbagai jenis bahan makanan. Vitamin (vitamin larut air dan vitamin larut lemak) berperan terutama untuk mendukung proses metabolisme zat gizi makro, pertumbuhan, sistem imun, pemeliharaan tubuh serta reproduksi. Sedangkan mineral selain berfungsi dalam berbagai metabolisme, sistem imun, pemeliharaan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan, juga berfungsi menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Selain itu, terdapat zat gizi esensial (bagian dari zat gizi makro dan mikro) yang perlu terpenuhi dalam asupan makanan. Zat gizi esensial ini diperlukan tubuh tetapi tidak dapat diproduksi oleh tubuh sendiri atau jumlahnya di dalam tubuh sangat sedikit, seperti vitamin, mineral, asam lemak esensial (lemak) seperti asam lemak omega tiga, dan asam amino esensial (protein), seperti lesitin, kolin, valin, leusin dan isoleusin.

Oh ya, air juga merupakan zat gizi yang berperan penting membantu metabolisme tubuh. Tubuh kita sebagian besar terdiri dari air. Pada bayi 80% total tubuhnya terdiri dari air. Janin mengandung 90% air dari total bobot tubuhnya. Fungsi air di dalam tubuh antara lain mempertahankan volume darah, melarutkan mineral, vitamin, asam amino (protein), glukosa (karbohidrat), dan berbagai molekul kecil lainnya, serta mempertahankan struktur dari molekul yang besar seperti protein dan glikogen (untuk melumasi bantalan di persedian tulang, tulang belakang, otak, dalam bola mata).

Nah, kekurangan cairan atau dehidrasi juga berpengaruh gangguan fungsi memori pada anak dan dewasa yang menyebabkan gangguan fungsi kognitif. Otak merupakan organ penting di dalam tubuh yang mengandung air sebanyak 85% dimana air berperan menunjang energi elektrik untuk fungsi otak, termasuk proses berpikir dan memori. (hil)

Foto: freepik.com

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − eight =