Pencegahan karies gigi pada anak

Pemateri : Drg. Suwati – Makassar



Karies gigi adalah suatu penyakit infeksius pada jaringan gigi yang ditandai dengan rusaknya email dan dentin secara progresif yang disebabkan oleh keaktifan metabolisme plak bakteri yang menyebabkan terjadinya demineralisasi permukaan gigi dalam waktu yang cukup.

Faktor-faktor yang mendukung terjadinya karies:
• Gigi.
Gigi yang rentan karies adalah gigi yang permukaan giginya kasar, memiliki pit dan fissure yang dalam sehingga menjadi retensi makanan.
• Bakteri (terutama Streptococcus mutans)
• Substrat (makanan atau minuman yang mengandung gula)
• Waktu
Berperan dalam pembentukan karies, waktu dapat diintervensi dengan melakukan pembersihan gigi segera setelah makan.

Gambar kiri di atas menunjukkan gambaran gigi yang sehat, sedangkan gambar kanan di atas menunjukkan gigi yang terserang karies.

Dalam kenyataannya, akan tampak seperti:

Pencegahan karies pada gigi sulung harus ditingkatkan agar gigi dapat bertahan sampai gigi pengganti (permanen) muncul.

Karies gigi yang terjadi karena interaksi sisa makanan, gigi, kuman dalam rongga mulut, dan tentunya waktu, harus dicegah. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan:

  1. Fissure sealant
  2. Fluoridasi
  3. Perawatan di rumah

Fissure sealant
Fissure sealant merupakan perawatan gigi pencegahan dengan meletakkan bahan pada pit dan fissure gigi geraham dan pit gigi seri permanen kedua atas, dengan tujuan mencegah karies gigi pada daerah tersebut. Pit dan fissure yang dalam merupakan tempat yang paling mudah terserang karies karena sering terjadi penumpukan sisa-sisa makanan pada daerah tersebut. 45 % karies terjadi pada permukaan kasar pit dan fissure pada anak usia 13 tahun. 60 persen total karies pada anak, kariesnya berasal dari pit dan fissure. Fluoridasi dapat mengurangi karies sampai 60 persen, jumlah karies pada pit dan fissure pada anak usia 10 tahun yang airnya terfluoridasi mirip dengan anak pada daerah yang tidak terfluoridasi. Ini menunjukkan bahwa fluoridasi kurang efektif pada permukaan pit dan fissure.

Gambar kiri yang ditunjuk di atas adalah gambar gigi dengan pit dan fissure yang dalam, yang dapat menyebabkan retensi makanan. Gambar kanan di atas menunjukkan gambar gigi yang telah diberi fissure sealant.

Fluorida

Pencegahan gigi berlubang dapat dilakukan dengan pemberian fluorida. Pemberian fluorida dapat dilakukan secara sistemik dan secara topikal.

Pemberian fluorida secara sistemik dapat dilakukan dengan:

  1. Fluorida dalam air minum
  2. Suplemen fluorida

Pemberian fluorida secara topikal dapat dilakukan dengan :

  1. Aplikasi topikal
  2. Pasta gigi
  3. Obat kumur

Fluoridasi air minum

Penelitian di USA menunjukkan bahwa anak-anak yang mengkonsumsi air minum yang berfluorida sejak bayi menunjukkan reduksi gigi berlubang pada gigi sulung sebesar 40-50 % dan pada gigi permanen sebesar 50-65 %.
Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat menetapkan tingkat fluorida yang optimal untuk mencegah kerusakan gigi adalah 0,7 ppm atau 0,7 mg dalam setiap liter air. WHO mencatat bahwa paparan jangka panjang terhadap air minum yang mengandung lebih dari 1,5 ppm fluorida dapat menyebabkan masalah kesehatan. Penelitian lain juga membuktikan bahwa 1 ppm fluorida dalam air dapat merusak otak dan menyebabkan penyakit Alzheimers.

Suplemen fluorida

Suplemen fluorida digunakan pada daerah yang tidak terfluoridasi air minumnya atau kandungan fluorida tidak optimal. Dapat diberikan dengan cara: diteteskan langsung, dicampurkan pada makanan atau minuman, dikunyah langsung. Bentuk kemasannya liquid dan tablet.

Aplikasi topikal fluorida

Aplikasi fluorida secara topikal ada 2 macam cara:

  1. Dilakukan sendiri di rumah
  2. Dilakukan di klinik gigi

Perawatan di rumah dapat dilakukan dengan menggunakan fluorida dalam bentuk gel atau dalam bentuk varnish. Caranya: gel disikatkan pada gigi, kemudian sisa gel dibuang, jangan diikuti dengan berkumur, makan, atau minum selama 30 menit setelah aplikasi. Sedangkan dalam bentuk varnish: sikat gigi dahulu lalu varnish dioleskan pada gigi, dibiarkan 3 menit, lalu buang sisa varnish, jangan berkumur, makan, atau minum selama 30 menit setelah aplikasi.
Nama dagang : Clinpro White Varnish.


Gambar di atas adalah Clinpro White Varnish, yang dapat diaplikasikan setiap 6 bulan.

Perawatan di klinik gigi dapat menggunakan fluorida dalam bentuk gel dan liquid. Dilakukan pada anak-anak usia 3 thn, 7 thn, 11 tahun, dan 13 tahun. Sebaiknya dilakukan 4 kali dalam 1 tahun.

Pasta gigi

Sebenarnya fluorida yang terkandung dalam pasta gigi dapat berkhasiat selama kadarnya tidak berlebihan. WHO menetapkan komponen fluorida minimal yang berkhasiat adalah 800 ppm. Sedangkan BPOM menetapkan standar kandungan fluorida dalam pasta gigi adalah sebesar 800 – 1500 ppm, namun untuk pasta gigi anak rentangnya yaitu 250 – 500 ppm. Meskipun pasta gigi yang kita gunakan sudah memenuhi kriteria aman tetapi perlu diketahui bahwa fluorida yang ada dalam pasta gigi bisa tertelan ke dalam lambung, hal ini dapat terjadi ketika anak menggosok gigi ada sebagian pasta gigi yang berada di air ludah lalu tertelan. Sebuah penelitian dari Prof. Dirk Vanden Berghe menyatakan bahwa sekitar 30 – 40 % pasta gigi ditelan oleh anak-anak ketika menyikat gigi. Oleh karena itu, orangtua perlu mengawasi saat penggunaan pasta gigi khusus anak tersebut, seperti ukurannya yang sebesar kacang polong, cara, dan waktu menyikat giginya.

Gambar di atas adalah gambar pasta gigi anak dengan kandungan fluorida 600 ppm.

Obat kumur

Obat kumur hanya diberikan pada anak-anak di atas 6 tahun atau pada anak yang sudah dapat berkumur secara sempurna dengan indikasi tertentu.

Perawatan di rumah

Bimbingan sebelum lahir
Merupakan saat yang terbaik untuk memulai dan menegakkan program pencegahan karies gigi.

1.Bayi (0-1 tahun)
ASI (air susu ibu) mengandung laktosa 7 %, susu botol mengandung laktosa 4 %, bila melekat lama pada gigi, mempunyai potensi menimbulkan karies, oleh sebab itu perlu peningkatan kebersihan mulut sejak dini dengan cara

2.Anak prasekolah (3-6 tahun)
Kemampuan semakin baik tetapi orangtua tetap harus menyikat gigi anaknya. Walaupun sudah bisa berkumur, ukuran pasta gigi tetap sebesar kacang polong. Posisi menyikat gigi: orangtua berada di belakang anak, menghadap pada arah yang sama, anak menyandarkan kepala pada lengan orangtua yang tidak aktif, lengan ini menarik pipi dan tangan yang satunya menyikat gigi. Pasta gigi berfluorida sudah dapat diperkenalkan tetapi dalam jumlah yang sedikit karena resiko tertelan.

  • Pemberian air putih setelah minum susu
  • Pembersihan gigi dengan kasa + air atau kasa + teh
  • Pemberian senyawa fluorida secara sistemik bila perlu
  • Mulai diperkenalkan sikat gigi bayi yang terbuat dari karet dan tidak dianjurkan penggunaan pasta gigi.

3. Anak (umur 1-3tahun)
Mulai diperkenalkan sikat gigi anak. Pasta gigi mulai dipakai pada umur 2 tahun sebesar kacang polong banyaknya. Ingat untuk selalu memberi pujian kepada anak yang telah menyikat giginya. Berhentilah memberi botol setelah usia 1 tahun, gunakan cangkir sebagai gantinya. Pemberian jus buah pada anak juga sebaiknya tidak menggunakan botol tapi menggunakan cangkir bayi (usia 12-14 bulan) untuk menghindari genangan jus pada gigi.

4, Anak prasekolah (3-6 tahun)
Kemampuan semakin baik tetapi orangtua tetap harus menyikat gigi anaknya. Walaupun sudah bisa berkumur, ukuran pasta gigi tetap sebesar kacang polong. Posisi menyikat gigi: orangtua berada di belakang anak, menghadap pada arah yang sama, anak menyandarkan kepala pada lengan orangtua yang tidak aktif, lengan ini menarik pipi dan tangan yang satunya menyikat gigi. Pasta gigi berfluorida sudah dapat diperkenalkan tetapi dalam jumlah yang sedikit karena resiko tertelan.

5. Anak sekolah (6-12 tahun)
Periode umur 6-12 tahun
Anak sudah mulai bertanggung jawab tetapi keterlibatan orangtua tetap dibutuhkan, misalnya untuk menyikat daerah yang sulit dicapai.

Gigi anak disikat 2 kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Makanan yang sebaiknya dimakan:

Buah dan sayuran
Buah dan sayuran agar dapat menjadi lunak dan dapat ditelan sempurna, memerlukan proses pengunyahan. Pengunyahan pada masa pertumbuhan anak diperlukan juga untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan rahang. Selain itu buah dan serat banyak mengandung serat, sangat bagus untuk kesehatan.
Perbanyak makanan yang mengandung protein, vitamin C, vitamin A, dan vitamin D.

Mengurangi makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan mengurangi makan makanan di antara waktu makan. Menghindari makanan atau kue-kue yang manis, lengket di antara waktu makan. Daripada memberikan permen kepada anak yang terlanjur suka makan permen, lebih baik memberi permen karet di mana kandungan gulanya sedikit dan mengunyah permen karet merupakan self cleansing. Pemberian permen disarankan cuma sekali dalam seminggu.

Berikut contoh cara menyikat gigi anak.

https://www.youtube.com/watch?v=aNUAmDFXnm0&feature=youtu.be

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two + six =