Pahami Peran Utama Ayah (2)

*Ayah Teman Ngobrol yang Asyik

Ayah perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak. interaksi verbal ini sebaiknya dua arah. Ayah pun menjadi pendengar yang baik untuk mengetahui apa yang dipikirkan, dirasakan dan diinginkan/dibutuhkan anak.

Hal yang perlu dilakukan:

-Luangkan waktu untuk berbincang dengan anak. Berceritalah tentang apa saja, kegiatan, rencana, hal-hal lucu dan sebagainya.

-Ketahui apa yang menjadi kesukaannya, sesuatu yang tak disukainya, siapa teman-temannya, apa kegiatan yang ingin dilakukannya,.

-Saat berbincang sampaikan nilai-nilai kebaikan, kata-kata penyemangat serta keteladangan sang ayah.

 

Manfaat yang dipetik:

-Membangun ikatan emosional

-Mengembangkan percaya diri

-Menanamkan nilai-nilai hidup dan sosial.

 

*Ayah Pembimbing yang penuh Kasih 

Ayah bukanlah sosok “penghukum”. Menegakkan disiplin bukan dengan cara menghukum. Hukum bukan cara yang tepat agar anak berperilaku sesuai seharusnya. Akan tetapi, ingatlah dan beritahu ia bila berlaku tidak benar. Memberi hukuman membuat anak malu, merusak kepercayaan serta hubungan dengan ayah. Selain itu dapat merusak rasa otonomi dan inisiatif.

Hal yang perlu dilakukan:

Sebagai pembimbing yang bijaksana dan penuh kasih, ayah sebaiknya:

-Mengajarkan perilaku yang baik tentang norma dan nilai di lingkungan sosial.

-Membantu anak membedakan benar-salah.

-Membantu anak memahami konsekuensi atas perilakunya.

-Mengoreksi perilaku yang tak baik dan memberi pujian atau semangat ketika anak berperilaku baik.

 

Manfaat yang dipetik:

-Anak mengetahui mana yang benar dan salah.

-Berusaha berperilaku sesuai norma dan nilai yang baik.

-Anak berperilaku disiplin

-Pujian, dorongan dan semangat atas perilaku yang baik membuat anak percaya diri dan bertanggung jawab.

 

*Ayah Perencana Masa Depan yang Bijaksana

Ayah berperan dalam mempersiapkan buah hati untuk menghadapi tantangan hidup di dunia luar, termasuk melindunginya saat dibutuhkan. Jangan sampai terlambat atau menunggu ia menjadi dewasa untuk mengajari pelajaran kehidupan yang penting.

Hal yang perlu dilakukan:

-Utarakan tentang nilai-nilai dalam keluarga, tentang moral, tujuan pendidikan,  serta nasihat-nasihat untuk berperilaku.

-Jelaskan tentang pentingnya kejujuran, pelajaran praktis melalui aktivitas sehari-hari.

-Persiapkan anak untuk memasuki dunia nyata dengan mentransfer pengetahuan tentang kehidupan.

 

Manfaat yang dipetik:

-Anak belajar mandiri, berperilaku baik, optimis, memiliki visi ke depan.

-Membangun kemitraan dengan ayah sebagai penyemangat dan pendorong menuju keberhasilan di masa depan.

-Anak belajar untuk melindungi dirinya sendiri kelak karena orangtua tak selamanya akan bersama dia.

Foto: freepik.com

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 5 =