Pahami Karakter Anak Sulung (2)

Ada dua tipe sikap anak sulung. Pertama, tipe pekerja keras dengan kemampuan besar untuk mengadakan perubahan dan memegang kendali. Kedua, tipe penurut dan mengayomi. Walau demikian, dua-duanya tetap tipe orang yang memegang kendali, hanya berbeda dalam metode penerapan kepemimpinannya. Pada umunya anak sulung tergolong orang yang cerewet, sangat mendetail, tepat waktu, berdisiplin tinggi, dan cakap dalam bidang yang ditekuninya.

Segi negatifnya, anak sulung sering bersikap murung dan kadang kurang memiliki perasaan. Ia dapat bertindak menggunakan intimidasi, mendorong orang lain bekerja keras, dan jarang ada yang berani menolak permintaan atau perintahnya. Kadang, ia dapat bersikap seolah-olah mengerti segalanya. Ia kurang mau mendelegasikan tugas dan tanggung jawab yang pada dasarnya karena ia tidak bisa percaya orang lain mampu melaksanakannya dengan baik seperti apa yang ia sendiri mampu kerjakan. Ia juga orang yang cenderung bersikap bossy pencari kesalahan, dan sangat berhati-hati agar ia sendiri jangan sampai melakukan kesalahan.

 

Nah, adapun ciri-ciri umum anak sulung :

  1. Berperilaku secara matang karena berhubungan dengan orang-orang dewasa dan diharapkan memikul tanggung jawab.
  2. Benci terhadap fungsinya sebagai teladan bagi adik-adiknya sebagai pengasuh mereka.
  3. Cenderung mengikuti kehendak dan tekanan kelompok dan mudah dipengaruhi mengikuti kehendak orangtua.
  4. Memiliki perasaan kurang aman dan benci sebagai akibat dari lahirnya adik yang sekarang menjadi pusat perhatian.
  5. Kurang agresif dan kurang berani karena perlindungan orangtua yang berlebihan.
  6. Mengembangkan kemampuan pemimpin sebagai akibat dari harus memikul tanggung jawab di rumah. Tetapi ini sering disanggah dengan kecenderungan menjadi “bos”.
  7. Biasanya berprestasi tinggi bahkan sangat tinggi karena tekanan dan harapan orangtua. Pun ada keinginan untuk mendapat kembali perhatian orangtua bila ia merasa bahwa adik-adiknya merebut perhatian orangtua dari dirinya.
  8. Sering tidak bahagia karena ada perasaan kurang aman yang timbul dari berkurangnya perhatian orangtua dengan kelahiran adik-adiknya. Ia benci karena memiliki tugas dan tanggung jawab yang lebih banyak daripada adik-adiknya.

 

BERSIKAP BIJAK

Apa yang harus dilakukan orangtua? Banyak anggapan di masyarakat bahwa anak sulung akan mendapatkan beban yang besar dari orangtua sehingga ia sejak dini dilatih bertanggungjawab atas adiknya. Terkadang, ketika adiknya melakukan kekeliruan maka ia sulunglah yang menerima ganjaran dari kekeliruan adiknya.

Karena itu, orangtua diharapkan tetap bijaksana dan adil sehingga tidak timbul suatu prasangka dan pilih kasih di antara saudara. Orangtua dapat memberi hukuman sesuai usia perkembangan anak. Maka ketika anak salah, ia dapat diberikan hukuman tanpa membedakan kakak atau adik.

Selain itu, orangtua jangan mengharap kesempurnaan dari anak sulung. Biarkan anak sulung membuat target bagi dirinya sendiri. Tugas orangtua adalah memastikan terget tersebut realistis sehingga kelak dia tidak stres atau frustasi karena target yang terlalu tinggi.

Mesti disadari, masa-masa lahirnya adik adalah masa yang cukup kritis bagi anak sulung. Sebab, kasih sayang akan terbagi bahkan terkadang orangtua tidak sadar bahwa perhatiannya lebih banyak pada si adik sehingga anak sulung menjadi terabaikan. Lantaran itu, ajaklah anak sulung bicara, beri dia waktu dan menjelaskan perasaannya dan katakan bahwa cinta orangtua tidak akan berkurang sedikitpun.

          Tak kalah penting dipahami orangtua bahwa urutan kelahiran merupakan salah satu yang membentuk kepribadian, seperti pada karakter kepribadian anak sulung tersebut. Tapi ada faktor-faktor lain yang juga bisa membentuk kepribadian seseorang seperti hereditas, pola asuh yang diterapkan dalam keluarga, lingkungan tempat tinggal, sekolah dan konsep diri yang individu yakini sehingga akan berdampak pada pembentukan perilaku individu pada masa dewasa nantinya.

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 10 =