Memahami Perkembangan Otak Bayi (1)  

 

Pada tahun pertama kehidupan, otak berkembang pesat. Maka stimulasi yang interaktif dan kecukupan gizi perlu diberikan di masa-masa ini.

Otak bertumbuh kembang sejak janin. Diawali pada usia kehamilan sekitar hari ke-16 dimulai pembentukkan lempeng saraf (neural plate). Lalu, pada pada ke-22 kehamilan, lempeng saraf ini menggulung membentuk tabung saraf (neural tube). Saat ini dimulai produksi sel-sel saraf.

Selanjutnya, pada usia kehamilan hari k-35 atau sekitar minggu kelima, tampak cikal-bakal otak besar di ujung tabung saraf. Disusul terbentuknya batang otak, otak kecil dan bagian-bagian lainnya.

Nah, mulai usia delapan minggu kehamilan, terjadilah produksi sel-sel saraf yang luar biasa cepatnya, yaitu mencapai 250 ribu per detik. Disinilah terjadi pembentukkan susunan saraf pusat. Kemudian, otak bertumbuh-kembang dengan cepat sekali, terutama di trimester ketiga kehamilan.

Otak terus berkembang dari waktu ke waktu. Berbagai bagian otak berkembang secara aktif dengan waktu yang berbeda-beda. Sebelum lahir, otak janin sudah memiliki kemampuan merekam bahasa/kata-kata yang diucapkan ibu. Bukti ilmiah menunjukkan, bayi baru lahir bisa mengingat suara-suara yang didengarnya saat berada dalam kandungan.

Pada tahun pertama kehidupan adalah masa yang paling penting dalam perkembangan otak yang berperan dalam kemampuan empati dan attachment/menjalin kedekatan. Jaringan, koneksi dan jalur-jalur pada otak tercipta sedemikian rupa sehingga si kecil dapat merasakan kedekatan, rasa aman, dan kelak mampu memahami orang lain.

Pada bayi usia satu bulan, terjadi aktivitas yang intens di area otak yang berhubungan dengan kemampuan sensorik dan motorik bayi. Inilah masa yang tepat untuk memberikan stimulasi visual dan suara.

Kemudian, pada usia dua bulan, bayi dapat mengalami berbagai emosi yang kompleks seperti bahagia, sedih, malu, dan sebagainya. Bagian otak yang berkembang adaalah yang aktif mengontrol perkembangan penglihatan dan pendengaran.

Pada usia tiga bulan, bayi mampu membedakan ratusan suara yang didengarnya. Suara-suara yang didengarnya boleh jadi dari bahasa yang berbeda-beda. Nah, anak yang sering terpapar/mendengar bahasa akan mampu belajar lebih cepat. Syaraf-syaraf otak terus berkembang dan membentuk jaringan yang luar biasa pesat.

Selanjutnya, pada usia keempat, korteks makin membuat koneksi-koneksi yang dibutuhkan agar kelak anak memiliki kemampuan persepsi yang mendalam serta penglihatan binokular. Pada sekitar delapan bulan usia bayi, bagian depan korteks yang bertanggung jawab atas kemampuan untuk mengekspresikan emosi, kontrol diri serta untuk berpikir dan merencanakan, terus berkembang.

Bayi pada usianya yang satu tahun/dua belas bulan, telah berkembang menjadi anak yang mulai bisa berbicara, berjalan, dan membangun interaksi dengan orang lain. Bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk kemampuan berbicara sedang berkembang pesat.

Demikian seterusnya hingga anak berusia dua tahun, ia makin bercakap, bercerita, melontarkan banyak pertanyaan. Kata yang diucapkan akan lebih kompleks dan mulai terstruktur.

 

Proses yang Kompleks

Begitu kompleks proses tumbuh kembang otak. Tahapannya mulai dari penambahan sel-sel saraf (poliferasi), perpindahan sel saraf (migrasi), perubahan sel saraf (diferensiasi), pembentukan jalinan saraf satu dengan yang lainnya (sinaps), dan pembentukan selubung saraf (mielinasi).

  1. Poliferasi

Awalnya, bentuk sel saraf (neuron) masih sederhana. Lalu, membelah jadi banyak. Ini yang disebut proses penambahan (poliferasi) sel saraf. Proses ini berlangsung pada usia kehamilan 4-24 minggu dan berhenti saat bayi lahir.

  1. Migrasi

Setelah proses poliferasi, sel saraf akan mengalami migrasi (berpindah ke tempat masing-masing). Ada yang menempati area depan, belakang, samping, dan bagian atas otak. Waktu perpindahannya berbeda-beda sesuai program yang dibentuk secara genetik dan alamiah.

Usai tiba di “rumah” masing-masing, sel-sel saraf berkembang. Tiap “rumah” memiliki kurva pertumbuhan sendiri-sendiri. Percepatan pertumbuhannya pun berlainan. Maka kemampuan otak tiap anak juga berbeda. Proses migrasi sebenarnya sejak kehamilan 16 minggu hingga akhir bulan ke-6. Proses migrasi terjadi bergelombang. Artinya, sel saraf yang bermigrasi lebih awal akan menempati lapisan dalam. Yang bermigrasi berikutnya menempati lapisan luar (korteks serebri).

  1. Diferensiasi

Pada akhir bulan ke-6 kehamilan, lempeng korteks memiliki komponen sel saraf yang lengkap. Tampak juga diferensiasi yaitu perubahan bentuk, komposisi dan fungsi sel saraf menjadi enam lapis seperti pada orang dewasa. Sel saraf lalu berubah menjadi sel neuron yang bercabang-cabang dan berubah menjadi sel penunjang (sel glia). Sel penunjang ini tumbuh banyak usai sel saraf matang dan besar. Fungsi sel glia juga mengatur kehidupan individu sehari-hari.

  1. Sinaps

Selanjutnya terjadi pembentukan jalinan saraf satu dengan yang lainnya (sinaps). Setelah menjalani mielinisasi (proses pematangan selubung saraf), sinaps makin bertambah banyak.

  1. Mielinisasi

Proses pematangan selubung saraf (myelin) yang disebut mielinisasi terus berkembang. Pematangan selubung saraf mencapai puncaknya saat bayi berumur satu tahun. Setelah bayi lahir tumbuh serabut saraf. Lalu, terjadi peningkatan jumlah sel glia yang luar biasa serta proses mielinisasi.

 

Semua proses tersebut, selain berlangsung alamiah, juga dipengaruhi stimulasi dan nutrisi. Maka bila ingin si kecil mempunyai otak yang berkualitas, Anda perlu paham tahap perkembangan otak. Persiapannya sejak sebelum hamil, selama hamil, dan setelah bayi lahir hingga proses perkembangan otak selesai.

Foto : freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 4 =