Kiat Hadapi Si Anak Ambisius (2)

Kita mungkin pernah mendengar banyak yang meraih predikat sarjana dalam usia muda. Anak-anak terpacu untuk ikut kelas akselerasi. Atau ada yang berambisi meraih juara olimpiade nasional bahkan internasional. Begitu pun dalam bidang olahraga, seni dan lainnya. Ini menunjukkan, anak memiliki ambisi dan bercita-cita meraih pencapaian dan harapannya yang tinggi. Lalu, apa yang perlu dilakukan orangtua? Berikut di antaranya:

*Beri dukungan
Ajak anak berdiskusi dan berkomunikasi mengenai ambisinya. Tanyakan pada anak, apa yang dipikirkan dan dirasakan anak terkait ambisinya itu. Apa saja yang telah dilakukan untuk memenuhi ambisinya. Dampingi anak dalam menyusun target yang jelas disertai langkah-langkahnya, sehingga anak pun dapat mengenali bahwa untuk mencapai tujuan bukan sekadar keinginan. Namun ada langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan. Selain dapat belajar menyusun target yang terukur, anak pun merasa bahwa ia mendapatkan dukungan positif.

*Tak cukup prestasi akademik
Secara akademik, nilai-nilai bagus yang diperoleh anak di sekolah dapat menjadi acuan bahwa anak pada dasarnya memiliki ambisi. Ini menunjukkan ada usaha/ langkah-langkah yang telah ia lakukan untuk mencapai prestasi akademik. Namun tak cukup hanya itu. Prestasi akademik juga perlu disertai dengan keterampilan berpikir, berkomunikasi, percaya diri, keterampilan berkomunikasi dan mampu bekerja sama dengan orang lain.
Dengan keterampilan berkomunikasi, cara pikirnya akan runut dan logis. Kemampuan bekerja sama dengan orang lain pun dapat membuat anak menghargai pendapat orang lain dan enghargai perbedaan. Dalam memenuhi ambisi diperlukan juga kemampuan mengelola emosi dan keterampilan sosialnya.

*Tentukan target
Tentukan target yang jelas disertai langkah-langkah untuk mencapainya. Hal ini agar dapat dinilai apakah target tersebut bisa atau sulit dicapai. Jadi, dalam menetapkan target perlu memperhatikan apakah realistis, maksudnya tidak terlalu tinggi namun juga tidak terlalu rendah. Mengenali target yang sesuai dapat dilakukan dengan membuat langkah-langkah yang harus dikerjakan. Tetapkan target yang jelas, ada batasan waktunya, tulis target tersebut, kemudian secara konsisten lakukan langkah-langkah yang telah dibuat. Maka target dapat lebih terukur untuk diraih. Lalu, perlu konsisten dalm melakukan langkah-langkah yang telah ditetapkan ketika membuat target. Yang perlu disadari bahwa dalam mencapai target perlu proses. Proses membutuhkan waktu untuk terus mengembangkan diri meraih prestasi.

*Beri pujian
Berikan dukungan serta pujian saat anak melakukan usaha lebih baik dari sebelumnya untuk meraih hasil yang lebih baik. Hargai pula setiap usaha yang telah dilakukan anak dalam melakukan prosesnya. Orangtua pun perlu menyadari kapan anak perlu dibantu dan kapan saatnya ia dilepas melakukan sendiri tanggung jawabnya. Hal ini dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri anak dalam mencapai targetnya.

*Seimbang beraktivitas
Pastikan bahwa anak masih dapat bergembira, memiliki waktu untuk bermain atau melakukan hobinya dan aktivitas lainya. Jika anak tampak gembira dan nyaman kemungkinan besar anak tidak merasa terbebani dengan aktivitasnya. Bukan karena paksaan dan merasa terpaksa. Nah, orangtua perlu sensitif untuk memastikan apakah anak bahagia dengan kegiatannya dan masih bisa melakukan beragam aktivitas.

* Hargai usaha dan proses
Adalah hal yang menggembirakan ketika anak terpacu untuk meraih prestasi dalam bidang yang ditekuni. Yang perlu diperhatikan bahwa dalam hidup, seseorang tidak selalu mencapai keberhasilan. Ada saat tertentu menghadapi kegagalan. Maka anak perlu belajar upaya untuk mengatasi kegagalannya. Misal, anak berkeinginan menjadi juara umum olimpiade, namun ternyata ia hanya meraih peringkat kedua. Hargai setiap usaha yang dilakukan sehingga anak menghargai proses untuk menjadi lebih baik dari yang dilakukan selama ini. Ia pun bisa lebih percaya diri serta siap menghadapi berbagai tantangan. Anak jadi tak mudah patah semangat ketika mengalami kegagalan. Sekaligus tidak mudah merasa cepat puas akan pencapaiannya.
Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five + 8 =