Kiat Hadapi Si Anak Ambisius (1)

Mungkin tak sedikit anak zaman sekarang yang memiliki sikap ambisius. Mereka sudah berani mengambil keputusan sendiri untuk meniti langkah-langkah mencapai tujuan kehidupannya di kemudian hari. Mereka berambisi meraih kesuksesan yang dimimpikan.

Ambisi penting dimiliki setiap orang. Ambisi membuat individu bersemangat melakukan apapun untuk meraih tujuan yang ingin dicapai. Misal, seorang anak berambisi meraih prestasi tinggi. Maka ia akan berusaha belajar dan berkarya untuk mendapat apa yang dicita-citakannya itu. Ia akan berusaha disiplin dan patuh mengikuti aturan. Anak pun bersemangat dan serius mengikuti berbagai kegiatan yang dianggapnya penting dan menunjang untuk pencapaian harapannya.  

TIGA FAKTOR UTAMA

Ada tiga faktor yang berperan atas munculnya sifat ambisius, yaitu:

*Diri sendiri

Ambisi muncul dalam diri anak. Namun, ambisi yang tinggi tidak bisa dipastikan kapan dan di usia berapa mulai muncul. Yang jelas, sejak usia dini, anak sudah memiliki rasa ingin tahu dan minat yang besar terhadap hal-hal yang menarik baginya. Lalu, ambisi muncul karena adanya keinginan dan intensitas untuk melakukan tindakan atau langkah-langkah dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Ia akan serius dan tekun dalam melakukan aktivitas yang dianggapnya penting.

*Orangtua

Ambisi juga muncul karena pola asuh orangtua. Pengasuhan yang hangat membuat anak merasa didukung dan mendapat kasih sayang. Pola asuh yang disiplin membuat anak patuh pada aturan dan konsisten melakukan berbagai hal sehingga menumbuhkan ambisi positif.

Ambisi juga dapat muncul dengan adanya model dari orangtua. Misal, anak berambisi menjadi musisi karena ia tumbuh di lingkungan keluarga musisi, selain juga memang didukung bakatnya.

Yang perlu lebih diperhatikan, bila ada pengaruh ambisi orangtua. Tak masalah bila ambisi orangtua  sejalan dengan bakat dan minat anak, plus diberi dukungan maupun fasilitas.  Hal itu dapat memberi kontribusi positif terhadap produktivitas anak. Ya, ambisi orangtua seringkali juga memicu anak memiliki ambisi yang hampir mirip atau sama.

Memang wajar ketika orangtua menginginkan yang terbaik untuk anak. Hanya saja perlu disadari bahwa setiap anak merupakan individu unik dan bukan versi mini dari orang dewasa. Tak jarang  ambisi orangtua justru membebani anak dalam mencapai cita-citanya. Jadi, jangan sampai ambisi/tuntutan orangtua justru membuat anak merasa tertekan. Justru bantu anak pada minat dan kelebihan yang dimiliki. Maka anak pun dapat berkembang secara positif.

*Lingkungan

Lingkungan sekitar, seperti guru maupun teman-teman juga dapat menimbulkan ambisi anak. Misal, bila teman satu kelompoknya berprestasi, ana jadi terpicu untuk meningkatkan belajar sehingga mencapai prestasi pula.

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × three =