Kenapa Anak Sering Bertanya? (2)

Di Indonesia, kita membutuhkan anak-anak, generasi penerus yang memiliki rasa ingin tahu yang besar dimulai dari rumah yang memberikan kenyamanan kepada anak untuk bertanya apapun juga tanpa merasa takut dan disalahkan karena rasa ingin tahu sumber dari inovasi yang artinya selalu berusaha untuk melakukan perbaikan setiap saat. Penelitian menunjukkan peran lingkungan terhadap kreatifitas adalah 70% dan rasa ingin tahu merupakan awal dari anak-anak yang kreatif yang selalu melakukan hal-hal berbeda yang tidalk mudah menerima hal-hal yang biasa dan sudah berjalan lama dan selalu mempertanyakan kalau begini hasilnya bagaimana kalau begitu bagaimana.

Kebanyakan orang kreatif ada di Negara Barat, hal ini menunjukkan budaya atau kultur sangat mempengaruhi berkembangnya rasa ingin tahu anak dan juga bagaimana orangtua mengasuh anaknya. Ketika saya di Miami, Florida tahun 2007 saya tinggal di hotel dimana tidak ada lemari es. Saya cerita sama teman saya kenapa di hotel mahal tidak ada lemari es dan teman saya berkata: “Apakah kamu sudah bertanya, karena disini kamu bertanya baru kamu dapat!”  Saya yang juga sudah merasakan budaya barat karena tinggal di Canada memasuki tahun ke empat,  juga memperhatikan bagaimana di setiap meeting ada istilah :”Round Robin” dimana setiap yang hadir satu persatu diberikan kesempatan untuk bertanya. Hal lain yang saya pelajari juga guru-guru dan orangtua disini tidak pernah menyalahkan anak dengan jawaban yang salah dan teman juga menghargai teman yang bertanya.  Kebiasaan belajar disini juga mengajak pelajar untuk selalu melakukan satu pertanyaan disetiap akhir bab pelajaran dimana kebiasaan ini sangat baik karena pelajar harus berpikir dalam dan melakukan refleksi.

 

 

Perlu para orangtua sadari kalau keinginan bertanya timbul karena rasa ingin tahu yang besar dan hal ini bagian dari cycles of learning. Ketika anak bertanya dan  menemukan jawaban maka anak-anak medapatkan kepuasaan dari kepuasaan anak-anak pun ingin lebih banyak tahu lagi dan hal ini membantu sikap percaya diri anak. Dari sikap percaya diri anak menjadi lebih semangat lagi untuk mencari tahu hal-hal lainnya sehingga anak bisa melihat peluang dan mencari solusi yang merupakan dasar penting agar bisa hidup lebih baik.

Untuk menyikapi anak-anak dengan rasa ingin tahu yang besar dan bagaimana juga mengembangkannya berikut tips praktis:

  1. AMAN: ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak untuk melakukan eksplorasi karena dari ekspolarsi akan timbul rasa ingin tahu. Anak mengembangkan rasa ingin tahunya berbeda sesuai dengan gaya belajarnya atau learning style Ada anak yang bertanya langsung, secara verbal, ada yang dengan berpikir dan banyak diam, bergerak, meraba, melihat dsb. Hindari untuk melarang tetapi damping anak dan pastikan keamanannya;
  2. BIJAKSANA: Ketika anak ingin melakukan sesuatu hal yang mungkin akan membuat rumah/dapur kotor dan berantakan, berikan kesempatan anak untuk melakukannya dan buat perjanjian untuk membereskannya kembali;
  3. CARA: cara bertanya orangtua memberikan pengaruh apakah anak menjadi senang bertanya atau memiliki rasa ingin tahu yang besar. Orangtua yang bertanya singkat atau bertanya yang sama setiap harinya dan lebih memberikan instruksi kepada anak tidak akan memberikan pengaruh baik untuk perkembangan otaknya. Cara bertanya yang baik yang mengembangkan “high thinking order” yang menstimulasi anak untuk berpikir. Misal:”Hal apa yang membuat kamu merasa suka sekali di sekolah hari ini?” “Bagian mana dari  masakan ini yang kamu sukai dan apa asalannya?” bukan hanya:Suka nak makanannya?”

Cara orangtua menjawab juga harus jujur, ada dasar ilmiah, gunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak, hindari untuk menakut-nakuti;

  1. DORONGAN: Ketika anak bertanya tidak selalu kita orangtua harus menjawab sendiri tetapi bisa memberikan dorongan anak untuk mencari tahu atau mencari tahu bersama melalui google, buku dsb.Orangtua seharusnya merasa bahagia dan bangga memiliki anak-anak yang senang bertanya dan hindari untuk mengeluh. Jika tahu jawaban berikan jawaban langsung dan hindari untuk menunda karena menunda hanya akan mematikan rasa ingin tahu anak yang pada akhirnya menghambat perkembangan anak;
  2. DISKUSI: ajak anak untuk diskusi hal yang menarik minatnya tanyakan apa yang membuat mereka tertarik hal tsb, apa yang membuat menyukai/memberikan kepuasaan dari apa yang mereka lakukan, apakah hal tsb membawa kebaikan/manfaat dsb;
  3. EKSPRESIKAN: Ekspresikan juga rasa ingin tahu Anda, keinginan Anda misal untuk melakukan inovasi atau perbaikan terhadap hal-hal yang bisa dilakukan lebih baik lagi. Misal, Anda ingin mencoba memasak dengan resep baru kreasi Anda sendiri misal menggantikan santan dengan susu almond (kenari).
  4. EKSPLOR: Orangtua mengajak anak untuk mengeksplor hal hal baru, misal mencoba jenis makan baru, jalan-jalan ke tempat baru, melakukan kegiatan baru dsb dan tanyakan pendapat anak Anda hal apa yang bisa dilakukan lebih baik lagi.
  5. ELIMINASI: Hindari atau hilangkan hadiah/reward sebagai hadiah untuk anak dengan nilai bagus dan berikan penghargaan fokus pada usaha anak bukan hanya hasil akhir. Penelitian menunjukkan ketika lebih banyak hadiah diberikan biasanya anak menjadi tidak terlalu tertarik mengerjakan tugas.

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six − 1 =