Cara Melatih Otak Kiri dan Otak Kanan Anak (2)

Anak yang pintar di sekolah belum tentu masa depannya sukses. Untuk dapat sukses, selain nilai akademis yang baik, anak harus memiliki kemampuan berorganisasi dan bersosialisasi dengan baik serta dapat berempati dengan lingkungan.  Maka saat kedua belahan otak kiri dan kanan berfungsi optimal, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi pembelajar mandiri dengan masa depan yang bahagia dan sukses.

Anak, terutama di masa periode emas adalah peniru yang ulung. Orangtua menjadi gerbang utama ketika memberi stimulasi di masa periode emas. Terapkan pola asuh yang baik, dimulai dari usia bayi, balita, anak-anak sampai remaja sehingga kecerdasan spiritual dan emosional anak terbangun baik.

Orangtua juga harus peka dengan minat anak. Beri fasilitas yang mendukung minatnya dan tidak selalu harus barang-barang mahal, yang terpenting edukatif. Ajak anak mengenal musik juga bisa meningkatkan kecerdasan. Atau ajak berkreativitas yang disesuaikan dengan metode belajar dengan tipe karakter masing-masing anak.

 

STIMULASI OTAK

Berikut Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan bersama untuk menstimulasi otak kiri anak:

  • Bacakan cerita yang berkualitas dengan baAhasa yang benar untuk memperkaya kosa kata dan latih anak menggunakan struktur bahasa yang benar.
  • Latih daya ingat dan logika berpikir, dengan cara:
  • Minta anak mengulang membaca, kemudian lakukan tanya jawab. Anak dibiasakan berpikir dan mengingat apa yang baru dipelajari.
  • Sesekali orangtua membaca dan anak mendengarkan, kemudian tanya anak entang materi yang baru didengar, untuk membiasakan anak memahami hal-hal yang didengar dengan cepat.
  • Bermain tebak-tebakan bentuk atau warna sambil makan atau menonton teve sehingga anak bisa belajar dalam suasana menyenangkan. Ingat, masa kanak-kanak adalah masa bermain.
  • Ajak anak bermain dan mengamati, lalu ajak berbincang-bincang mulai dari masalah yang sederhana sampai yang rumit. Misal, mengamati langit, mengapa warna langit berubah gelap ketika akan hujan dan terang saat matahari muncul, dan sebagainya.
  • Biasakan anak bertindak rapi dan disiplin. Misal, membiasakan anak meletakkan kembali barang-barang ditempatnya.

 

Adapun kegiatan untuk melatih otak kanan anak :

  • Latih kepekaan seni dengan putar musik dinamis di pagi hari dan musik yang lebih tenang di siang hari agar anak dapat beristirahat. Anak pun memiliki kepekaan tentang irama musik.
  • Rangsang kemampuan mengontrol diri dan melatih stabilitas emosi. Misal, berikan pengertian saat keinginannya ditolak atau gagal mencapai sesuatu, sehingga anak belajar mentoleransi dan beradaptasi dengan rasa kecewa.
  • Latih anak memberi sedekah kepada fakir miskin atau memberi pakaian yang masih baik untuk korban bencana; aktivitas ini baik untuk melatih empati.
  • Gunakan alat peraga untuk mengoptimalkan panca indera, contoh: untuk menerangkan pembagian, gunakan 10 buah bola kecil yang dibagi menjadi 2 bagian masing-masing 5 buah. Bila perlu gunakan bola berwarna warni, yang bisa dipisahkan menjadi 2 bagian. Hal ini memudahkan anak mengingat konsep pembagian sekaligus, karena warna merupakan salah satu unsur yang paling mudah diingat anak.
  • Latih kepekaan rasa makanan dan memilih makanan yang paling disukai/kurang disukai. Orangtua juga dapat mengajak anak bersama-sama menyiapkan makanan. Makin banyak anak mengenal rasa, jenis dan manfaat makanan, anak akan makin kreatif dan mampu beradaptasi dengan berbagai cita rasa makanan.
  • Ajak anak melakukan permainan yang membutuhkan banyak gerak fisik. Misal, bersepeda, kejar-kejaran, berenang dan lain-lain, agar anak terlatih menggerakkan anggota badan secara tepat dan terarah.
  • Ajari anak berorganisasi melalui permainan berkelompok.

 

Latihan kegiatan-kegiatan tersebut sebaiknya dilakukan langsung bersama orangtua secara kontinyu agar otak kiri dan kanan anak berkembang optimal dengan didasari cinta dan kasih sayang.

Yang jelas, bila anak hanya menggunakan 1 bagian saja otak, bagian otak lain akan berisiko terkena artropi. Istilah digunakan untuk pengecilan otot yang jarang dipakai. Ciri-ciri artropi otak kanan yaitu anak akan sangat pandai matematika dan sangat sistematis, namun dalam lingkungan sosial akan menemui kesulitan atau cenderung takut bergaul. Ia lebih menyukai hal yang berbau teknis dan eksak ketimbang berpikir kreatif dan artistik.

Sedangkan Artropi otak kiri, anak akan malas memikirkan hal yang detil dan cenderung menyukai garis besar saja. Ia cenderung lambat berpikir logis, sistematis dan teratur. Mereka yang terkena artropi otak kiri lebih cenderung suka tidur (banyak tidur) dan lebih senang berimajinasi/berkhayal.

Maka sayangilah otak kita dengan menjaganya agar tetap seimbang fungsinya, terutama untuk anak-anak yang masih berada pada masa golden age. Sebagai organ penting, sudah seharusnya otak disinergikan dengan tubuh, hati dan jiwa kita, serta dipelihara kondisinya karena otak sangat menentukan kelangsungan hidup dan kualitas hidup kita sebagai makhluk Tuhan yang memiliki bentuk paling sempurna.

Foto: freepik.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 − 3 =