Cara Melatih Otak Kiri dan Otak Kanan Anak (1)

Tuhan menciptakan manusia penuh kesempurnaan dengan anugerah otak sebagai organ terpenting.

Otak dibagi menjadi belahan otak kiri (left hemisphere) dan belahan otak kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpus callosum. Belahan otak kiri menguasai dan mengatur belahan kanan badan, sedangkan belahan otak kanan menguasai dan mengatur belahan kiri badan.

            Setiap belahan otak memiliki tugas masing-masing. Fungsi utama otak bagian kiri mengatur aktivitas berpikir konvergen (satu arah) yang bersifat teratur, berurutan, rinci, sistematis, dan matematis.

Belahan otak kiri berfungsi untuk berpikir rasional, analitis, berurutan, linier, saintifik (seperti untuk belajar membaca, bahasa, aspek berhitung dari matematika). Jadi bagian otak kiri digunakan untuk berpikir mengenai hal-hal yang bersifat matematis dan ilmiah serta memfokuskan diri pada garis dan rumus, dengan mengabaikan kepelikan tentang warna dan irama. Otak kiri adalah hal-hal yang selalu berhubungan dengan angka-angka, bahasa analisa, logika, intelektual, dan ilmu pengetahuan.

Maka orang dengan otak kiri lebih dominan akan memiliki kemampuan analisis dan logis yang baik, namun memiliki keterbatasan dalam hubungan sosial. Anak dengan dominasi otak kiri belajar dengan hal-hal yang berurutan, belajar dari bagian-bagian ke keseluruhan, senang membaca, menyukai kata-kata, simbol dan huruf.

Sedangkan, otak bagian kanan mengendalikan aktivitas yang bersifat berpikir divergen (meluas), imajinasi, ide-ide, kreativitas, emosi, musik, spiritual, intuisi, abstrak, bebas, dan simultan, inovasi, daya cipta, , keikhlasan, kebahagiaan, spirit, keuletan, kejujuran, keindahan dan lain-lain. Otak kanan dapat merekam ingatan dengan cepat dan menyimpan ingatan tersebut dalam memori otak dalam jangka lama.

Belahan otak kanan berfungsi untuk berpikir holistik, spasial, metaphorik dan lebih banyak menyerap konsep matematika, sintesis, mengetahui secara intuitif, elaborasi, dan variabel serta dimensi humanistik mistik. Otak kanan mengatur masalah pemikiran yang abstrak dengan penuh imajinasi.

Nah, anak yang dominasi otak kanan lebih senang dengan hal yang acak. Belajar lebih baik dari keseluruhan ke bagian-bagian, menyukai sistem membaca keseluruhan bahasa, menyukai gambar, grafik, bagan, dan hal-hal baru. Anak yang otak kanannya lebih dominan pandai bergaul, tapi sulit belajar mengenai hal-hal teknis.

 

OPTIMALKAN GOLDEN AGE

Kita tahu, proses tumbuh-kembang otak dimulai sejak janin hingga anak berusia balita. Karena itu, masa balita disebut sebagai periode emas (golden age) yang takkan terulang. Orangtua sebaiknya berusaha mengoptimalkan kecerdasan anak di masa tersebut. Pemenuhan gizi yang baik harus optimal ditambah stimulasi yang tepat dari lingkungan, terutama dari orangtua.

Pada masa ini pula sel-sel saraf otak berkembang amat pesat. Jika pada masa ini, tidak mendapatkan kebutuhan gizi yang cukup, kekurangannya tak akan bisa dipenuhi lagi di kemudian hari. Pada masa ini, pembentukan sistem saraf secara mendasar sudah terjadi. Pada masa ini pula, terjadi hubungan antara sel-sel saraf pada otak, dimana kuantitas dan kualitas sambungan sel saraf tersebut menentukan kecerdasan balita.

Pada masa ini perkembangan otak terjadi secara keseluruhan pada bagian otak, termasuk pada masing-masing belahan otak. Belahan otak inilah yang akan menyimpan kemampuan anak yang berbeda-beda, yakni pada belahan otak kanan maupun kiri.

Banyak pakar berbeda pendapat mengenai mana yang lebih baik diasah antara otak kiri atau otak kanan. Tapi akan lebih baik bila kedua belahan otak berfungsi seimbang agar anak dapat berpikir kreatif, memiliki ingatan yang tajam, mampu mendengar dengan baik, menulis kreatif serta sanggup membaca dengan pemahaman penuh.

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − fifteen =