Cara Hadapi Perilaku Si Usia Sekolah (3)

  1. Suka Membantah

Perilaku membantah muncul seiring perkembangan kemampuan kognitifnya, yaitu memiliki daya nalar yang bersifat intuitif (tidak berdasarkan logika dan hanya melihat dari satu sisi saja) dan sifat egosentris yang masih cenderung dominan sehingga ia merasa benar.

Solusi:

Orangtua yang memiliki anak suka membantah perlu bersyukur karena ia memiliki inisiatif, berani mengemukakan pendapatnya dan kemampuan berpikir yang baik untuk anak seusianya. Peran orangtua dalam memberi bimbingan sangat diperlukan termasuk memberi kesempatan untuk belajar melakukan apa yang diyakininya benar dan belajar dari kekeliruan yang dibuatnya.

Kebebasan mengajukan pendapat sebaiknya diberikan meskipun orangtua menilai pendapatnya salah. Justru dengan anak berani membantah sebenarnya ia sedang belajar untuk membuat keputusan, belajar untuk berkomunikasi, dan belajar untuk mengoreksi pendapatnya. Proses ini dapat meningkatkan harga diri, kepercayaan diri, dan meningkatkan kemampuan kognitif, kemampuan komunikasi, serta regulasi emosinya. Kemandirian dan belajar mengambil risiko pun akan semakin terbentuk melalui proses “suka membatah” ini.

Selain itu, orangtua sebaiknya memberi masukan terhadap pendapat anak dan mengingatkan akibat yang dapat dialaminya jika melakukan apa yang diyakini benar. Misal, anak menolak tidur siang dan masih ingin bermain bersama teman-temannya. Maka berikan pengertian manfaat tidur siang agar tubuh bisa beristirahat karena fisik yang lelah dapat berisiko mudah sakit. Setelah bangun tidur badan akan segar kembali sehingga anak dapat belajar.

Berilah penjelasan bahwa kita harus mengatur waktu agar semua kewajiban dapat terlaksana dengan baik. Mungkin anak nampak patuh namun ternyata diam-diam pergi dari rumah untuk bermain lagi dengan teman. Apabila anak mengalami musibah karena tidak mematuhi nasehat orangtua, misal jatuh terluka, sebaiknya kita tidak berkata kasar atau memojokkan anak. akan tetapi tetap memberi masukkan dengan sikap tenang seraya membantu mengobati lukanya. Pantau anak agar tetap menjalankan kewajibannya secara mandiri, seperti mengerjakan PR meskipun ia mengeluh lelah ataupun mengantuk.

Jadi, sikap suka membantah dapat berdampak positif asal mendapat perlakukan yang tepat dari orangtua dan lingkungan. Perlakuan yang salah akan menyebabkan anak tidak berani mengemukakan pendapat, tidak memiliki self evaluation terhadap kekeliruan dari pendapatnya, tidak berani mengambil keputusan, memiliki harga diri rendah atau minder, merasa tertekan namun tidak bisa dikemukakan sehingga justru akan dilampiaskan diam-diam sehingga kontrol orangtua menjadi lebih sulit. Misal, dilampiaskan dalam perilaku agresif, mencoba merokok, atau bullying ke teman yang lebih muda.

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 4 =