Brain Gym

Anda mencari konsultan dan instruktur Brain Gym ? Hubungi 0819 0101 7889
Brain Gym adalah serangkaian gerak sederhana yang menyenangkan dan digunakan oleh para murid di Educational Kinesiology (Edu-K) untuk meningkatkan kemampuan belajar mereka dengan menggunakan keseluruhan otak. Gerakan-gerakan ini membuat segala macam pelajaran menjadi lebih mudah, dan terutama sangat bermanfaat bagi kemampuan akademik. Kata Educa­tion berasal dari kata Latin educare, yang berarti “menarik keluar.” Kinesiology dikutip dari bahasa Yunani kinesis, berarti “gerakan” dan merupakan pelajaran gerakan tubuh manusia. Edu-K adalah suatu sistem yang memberdayakan semua orang yang belajar, tanpa batas umur, dengan menggunakan aktivitas gerakan-gerakan untuk menarik keluar seluruh potensi seseorang.
Biasanya pendidik mengatasi kegagalan dengan membuat program untuk lebih memotivasi, menekankan, mengulang-ulang, dan “memaksa” belajar. Program ini berhasil sampai tingkat tertentu. Tetapi mengapa beberapa pelajar bisa melakukan dengan baik sementara yang lainnya tidak? Di Edu-K kita melihat bahwa beberapa orang mencoba terlalu keras dan mematikan (“switch off”) mekanisme integrasi otak yang diperlukan untuk menyerap pelajaran secara keseluruhan. Informasi diterima oleh otak bagian belakang sebagai pesan (impress), tetapi tidak dapat diungkapkan oleh otak bagian depan (express). Ketidakmampuan untuk menerangkan apa yang sudah dipelajari menyebabkan pelajar terperangkap dalam sindrom kegagalan.
Jalan keluarnya adalah belajar dengan seluruh otak, melalui pembaruan pola bergerak dan kegiatan Brain Gym sehingga pelajar menguasai juga bagian-bagian otak yang sebelumnya terhambat. Perubahan belajar dan perilaku kadang-kadang amat cepat dan mendalam, karena para pelajar menemukan cara untuk menerima informasi dan pada saat yang sama dapat mengungkapkan diri.
Gerakan Brain Gym dapat membantu banyak orang, muda atau tua, untuk mengoptimalkan kemampuan belajarnya dan paling efektif apabila dilakukan setelah Pembaruan Pola Lateralitas (Dennison laterality Repatterning) (diterangkan di Edu-K for Kids).
Selama lebih dari 50 tahun para perintis latihan behavioral optometry and sensorimotor sudah  mengeluarkan statistik penelitian tentang pengaruh gerakan terhadap belajar. Pemahaman Dennison tentang penelitian ini, terutama menyangkut anak-anak dengan masalah khusus dalam kemampuan bicara, mendorongnya untuk menciptakan gerakan-gerakan Brain Gym yang  sederhana, mudah, dan sesuai tugasnya, yang akan bermanfaat bagi semua pelajar. Gerakan­-gerakan tubuh ini dan latihan meningkatkan pengaliran energi sangat cocok untuk kebutuhan khusus orang-orang yang belajar di zaman modern yang berteknologi maju ini. Buku ini ditulis agar mereka bisa mengalami peningkatan energi (vitalitas) melalui gerakan-gerakan dalam kegiatan sehari-hari.
Banyak pengajar menggunakan seluruh gerakan Brain Gym di dalam kelas setiap hari. Sebagian hanya menggunakan gerakan yang berhubungan dengan membaca selama pelajaran membaca.Tentu saja tidak seorang pun dipaksa untuk melakukan gerakan yang dirasakan kurang wajar atau kurang menyenangkan. Setiap pelajar sebaiknya melakukan gerakan sebatas kemampuannya, didorong, tapi jangan dipaksa. Ada yang mengatakan kepada kami bahwa mereka melakukan gerakan-gerakan ini secara spontan dan kapan saja karena terasa manfaatnya.