Anak Jago Kandang? Ini Cara Menghadapinya (2)

Lalu bagaimana caranya agar anak memiliki kepercayaan diri yang tinggi sehingga tidak menjadi anak yang jago kandang dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya? Ada tiga poin penting yagn perlu diperhatikan:

  1. Perkenalkan anak dengan lingkungan luar.

Orangtua harus sering mengajak anak keluar rumah dan berinteraksi dengan teman-teman seusianya. Kenalkan anak dengan para tetangga dan teman-teman sebaya di lingkungan luar rumah. Berikan pemahaman kepada anak bahwa orang-orang di sekitarnya adalah orang yang baik sehingga anak merasa aman (secure). Ia juga harus bersikap baik dan ramah terhadap lingkungannya.

  1. Ajarkan anak untuk arsertif.

Jika anak sudah terbiasa untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan maka ia memiliki power untuk menolak sesuatu yang tidak ia inginkan atau yang membuat ia merasa tidak nyaman.

Orangtua sebaiknya jangan memberikan label kepada anak yang justru akan membuatnya menjadi semakin tidak percaya diri. Misalnya dengan mengatakan “Anak saya memang pemalu” hanya karena anak tidak mau bersalaman dengan orang baru yang ia temui. Labelling justru dapat memberikan penilaian yang negatif terhadap diri sang anak.

 

POLA ASUH YANG TEPAT

Yang jelas, pemberdayaan pola pengasuhan yang tepat dapat membentuk karakter positif pada anak sehingga ia tumbuh menjadi sosok yang lebih percaya diri dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Ada beberapa prinsip pola pengasuhan:

  1. Perhatian

Berikan perhatian yang cukup dan konsisten pada anak. Memberikan kebutuhan akan perhatian merupakan komponen penting untuk mengembangkan rasa berharga pada diri anak dan ikatan keluarga yang kuat.

  1. Pengertian

Saling percaya antara anak dan orangtua adalah hal penting yang harus diciptakan dalam keluarga sehingga anak berani untuk menceritakan masalah apapun kepada orangtua. Memahami perasaan atau emosi anak merupakan dasar yang kuat untuk mempengaruhi pertumbuhan emosinya

  1. Ekspresikan Cinta

Tunjukkan rasa senang, bangga dan dukungan terhadap anak secara langsung. Pasalnya, perasaan dicintai akan membangkitkan emosi positif di otak dan akan berpengaruh pada kemampuan untuk merasakan kebahagiaan di kemudian hari.

  1. Inklusi

Tumbuhkan sense of belonging dalam keluarga agar anak merasa puas ketika dibutuhkan oleh orang lain. Berikan anak tanggung jawab dalam keluarga dan libatkan dalam pengambilan keputusan. Alhasil, kelak anak memiliki kesediaan dan kesiapan untuk mengambil peran sosial.

  1. Konfirmasi

Akui bahwa mengekspresikan emosi negatif adalah hal yang wajar. Orangtua harus memahami penyebabnya dan biarkan anak untuk berekspresi secara bebas dengan cara yang tepat. Kenapa? karena melarang segala bentuk emosi negatif justru akan mengembangkan sikap pendendam dan meledak-ledak pada anak.

  1. Peraturan dan Batasan

Berikan aturan dan batasan yang jelas dalam pengasuhan. Lingkungan yang teratur dan konsisten  dapat mengembangkan rasa aman, percaya diri, rasa memiliki dan dimiliki dalam diri anak. Batasan yang jelas dan masuk akal disampaikan secara baik dan terbuka untuk didiskusikan lebih mudah diterima dan dipahami anak dan mempunyai dampak yang positif untuk perkembangan mental dan sosialnya.

  1. Beri Contoh

Orangtua merupakan tokoh panutan bagi anak. Oleh karena itu, konsistensi antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan sangatlah penting. Anak akan meniru apa yang dilakukan, bukan melakukan apa yang dikatakan (diperintahkan). Buang jauh-jauh prinsip “Do as I say, not as I do…”

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + 10 =