4 Manfaat Utama Menjadi Anak yang Optimis

Punya sikap optimis, tentu sangat penting bagi anak-anak. Optimisme membuat anak tak mudah menyerah dan tetap berusaha untuk mencapai keinginan/cita-citanya serta keluar dari permasalahan yang dihadapi karena merasa memiliki kemampuan.

Dari sudut pandang psikologi, optimisme adalah cara berpikir positif yang mengarah pada kebaikan/kondisi terbaik dari suatu keadaan/masalah. Kita tahu, keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam perkembangan si buah hati. Anak cenderung mencontoh sikap orang di sekitarnya., terutama orangtua. Karena itu, faktor pola asuh menjadi peran yang penting dalam pertumbuhan sikap optimisme pada anak. Lingkungan juga dapat mempengaruhi sikap optimisme anak.

Nah, sikap optimis perlu distimulasi sejak dini. Bahkan, sikap optimisme dapat ditumbuhkan sejak dalam kandungan. Misal, membiasakan berkata lembut, bercerita tentang hal-hal yang positif juga membisikkan kata-kata yang penuh semangat. Begitupun setelah lahir, orangtua dapat memberikan stimulasi yang disesuaikan dengan usia anak.

 

EMPAT MANFAAT OPTIMIS

Sifat optimis yang ditanamkan sejak dini akan terus melekat dalam diri anak. Optimisme sebagai modal utama yang penting dan amat ia perlukan di masa depan nanti. Sikap optimis dapat melahirkan banyak manfaat, antara lain:

1.Menumbuhkan kepercayaan diri

Sikap optimis membuat anak melihat dunia secara positif sehingga menarik rasa ingin tahunya untuk mengeksplorasi dunia lebih luas.  Anak yang optimis memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dan lebih siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Mereka percaya memiliki kemampuan dan keberuntungan untuk mencapai tujuan serta menghadapi permasalahan.

  1. Merasa lebih gembira

Ketika seseorang merasa lebih optimis, ia akan merasa lebih bahagia dan gembira. Faktor tersebut terkait dengan meningkatnya imunitas. Orang yang berpiki positif atau optimis, tidak menganggap kegagalan yang dialaminya bersifat permanen. Hal ini bukan berarti ia enggan menerima kenyataan. Sebaliknya ia menerima masalahnya, lalu sikap optimis akan mendorong ia cepat bertindak untuk mengubah atau memperbaiki situasi.

3.Terhindar dari depresi

Orang yang optimis diketahui memiliki kemampuan dalam mengendalikan stres yang lebih baik dibandingkan dengan rekan-rekannya yang kurang memiliki sifat optimis. Maka orang optimis akan terhindar dari depresi dan stres.

4.Lebih dekat dengan kesuksesan

Sikap optimis membuat anak berupaya untuk memberikan hasil yang terbaik karena ia yakin ia mampu dan bisa mencapai tujuan. Jika memang ia belum berhasil mencapai tujuan, ia tidak mudah menyerah dan akan tetap berusaha untuk mencapainya di masa yang akan datang. Ia yakin bahwa segala usaha pasti akan membuahkan hasil. Sikap demikian dapat membawa anak mencapai kesuksesan.

 

Sebaliknya, anak yang tidak dibiasakan untuk bersikap optimis, dapat berkembang menjadi sosok yang pesimis dan penakut. Anak akan menjadi tidak percaya diri dan takut mencoba berbagai hal baru karena ia merasa tidak mampu. Anak akan kurang memiliki daya juang dalam pencapaian tujuan sehingga mudah menyerah saat dihadapkan pada hambatan. Daya saingnya pun lemah, ia akan menghindari perlombaan dan cenderung gagal dalam mencapai kesuksesan.

Selain itu, sikap pesimis juga dapat membawa anak menjadi terbiasa memandang buruk setiap permasalahan yang ia hadapi. Hal ini membuat anak mudah frustasi jika dihadapkan pada hambatan dan tidak terampil dalam mencari solusi dari permasalahannya. (Hil)

Foto: freepik.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 5 =