Dehidrasi Kulit, Kenapa Bisa Terjadi?

Dehidrasi Kulit, Kenapa Bisa Terjadi?

Setiap wanita tentu mendambakan kulit yang sehat. Akan tetapi, masih banyak yang belum menyadari dan paham bagaimana cara menjaga kesehatan kulit, termasuk menangani masalah-masalah yang terjadi. Salah satunya, problem dehidrasi kulit yaitu kekurangan air pada kulit wajah.  

Ya, persoalan dehidrasi kulit umum dialami masyarakat di perkotaan, terutama kota besar yang notabene sering terekspos polusi, debu, sinar matahari, terpapar pendingin ruangan/AC (Air Contioner) bahkan penggunaan produk perawatan yang kurang tepat.

Nah, selain pengaruh cuaca, dehidrasi pada kulit juga dapat dipicu oleh faktor usia serta pola hidup yang tak sehat seperti merokok, kurang minum, ataupun diet ketat. “Wanita yang diet umumnya memiliki kulit kering karena perekat sel-sel kulit (lipid barrier) yang bersumber dari lemak berkurang,” jelas dr. Natalia Primadonna, Sp.KK dari RS Royal Taruma, Jakarta.  

Semua faktor tersebut dapat mengakibatkan beragam problem kulit. Tidak semata-mata wajah jadi kusam, terbakar, berjerawat, tapi juga kulit jadi kekurangan air alias dehidrasi.

Masalah pada kulit ini relatif luput dari perhatian khusus padahal bila didiamkan terus menerus dapat berakibat fatal, seperti keriput dan penuaan dini

KENALI GEJALANYA

Kita tahu, air tak semata-mata penting bagi tubuh. Akan tetapi, untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit, peran air juga sangat dominan. Kandungan air dalam kulit adalah faktor penting untuk menjaga produksi kolagen dan elastin.

Nah, wanita yang mengalami kekurangan mineral air pada kulitnya bila terus dibiarkan akan tampak kering, kasar, bersisik dan kusam. Tampilan pun tampak menua. Kemudian, kulit akan terasa berminyak tapi tmapak kering dan kaku.  

Selain itu, sering muncul jerawat yang tak kunjung sembuh di daerah yang paling banyak mengeluarkan minya yaitu area T-zone (dahi, hidung, dan dagu). Sementara di area lain tak berjerawat.

CEGAH SEJAK AWAL

Maka agar kulit tetap sehat dan terjaga/terhindari dari persoalan dehidrasi, Anda perlu melakukan berbagai upaya sebagai berikut:

-Terapkan pola hidup yang sehat.

       Coba mulailah untuk setop merokok dan diet ketat. Kemudian, pastikan Anda mengonsumsi cukup air putih/mineral setiap hari sesuai dengan aktivitas. Setidaknya delapan gelas per hari. Itu faktor yang paling mendasar.  

      Tak kalah penting adalah mengonsumsi bua-buahan. Anda dapat memilih buah yang mengandung viamin A dan berkadar air 80 persen seperti pepaya atau anggur. Konon, riset membuktikan zat resveratrol pada kulit anggur membantu proses peremajaan sel-sel kulit mati secara maksimal. Sementara, kandungan endungeoned pycnogenol pada biji anggur juga baik untuk elastisitas kulit.

Oh ya, jangan lupa pula olahraga karena selain bisa merangsang pembentukan hormon pertumbuhan dan juga kolagen.

-Pemilihan produk perawatan.

      Anda dapat memilih produk perawatan kulit yang berbahan dasar air. Hindari produk yang justru dapat menimbulkan kerusakan kulit. Misalnya, yang mengandung kadar alkohol dan sabun deterjen yang tinggi karena bisa menghilangkan lemak di kelenjar kulit sebagai proteksi kulit.   

       Kita maklum, cuaca di negeri ini begitu berlimpah sinar matahari. Karena itu, disaranakn untuk memakai pelembab yang baik dan tepat. Pelembab kulit merupakan bagian perawatan dasar kecantikan sehingga kulit akan terasa lebih kenyal dan bersinar. Akan tetapi, hindari memilih pelembab. Pelembab berbentuk losion belum tentu diperlukan karena di cuaca tropis bukan butuh minyak tapi air.

       Ya, kulit orang Indonesia umumnya gampang teriritasi. Lantaran itu, pilih produk yang tidak bersifat iritan. Selain itu, pemakaian tabir surya dengan sun protection factor (SPF) juga penting untuk melindungi kulit dari bahaya buruk sinar matahari.

BEDA DEHIDRASI DAN KULIT KERING
‎            Tipe kulit kering tentunya berbeda dengan kulit dehidrasi. Kulit kering adalah bawaan sejak lahir yang biasanya merupakan faktor genetis serta permanen. Sedangkan  kulit dehidrasi sifatnya hanya sementara. Seseorang yang kulit dehidrasi merasakan kulitnya kering meski wajahnya terasa berminyak.

Kulit merupakan cerminan kadar air dalam tubuh. Namun, terkadang ada orang yang sudah cukup mengonsumsi cairan tetapi kulitnya tetap kering. Ini jadi pertanda ada sistem yang tidak jalan sehingga kemampuan kulitnya untuk menahan air menurun. (hil)

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 − six =