13 Cara Atasi Rasa Takut Anak

Moms, pernahkah Si Kecil tampak ketakutan? Beberapa gejala yang pada umumnya muncul ketika merasa takut di antaranya tegang, berkeringat, gemetar, dada berdebar, tangan dingin, wajah memucat, tidak mau jauh dari orangtua, tidak mau mendekati obyek rasa takut sekalipun ditemani, menangis, suara mengecil, sakit kepala, tidak bisa tidur dan mual.

Tentunya gejala ini bukan semua muncul bersamaan tiap kali merasa takut. Setiap orang memunculkan gejala yang berbeda sebagai respons atas perasaan takutnya. Maka kenali gejala-gejala yang ada pada anak Anda, ketika gejala meningkat intensitasnya atau berubah menjadi lebih serius, sebaiknya anak-anak diobservasi lebih lanjut, apakah rasa takutnya menjadi lebih mengganggu, mengapa lebih mengganggu dan sebagainya.

Yang jelas, rasa takut yang masih normal adalah takut yang akan mereda seiring waktu, sesuai dengan perkembangan usia, ketika kemampuan kognitif makin matang dan pengalaman hidup makin banyak juga memperkaya afektifnya. Rasa takut akan makin berkurang ketika anak semakin memahami dirinya sendiri dan sekelilingny serta  makin percaya diri.

Sebaliknya, takut yang tidak normal adalah rasa takut yang menetap, tidak berubah obyeknya dan maupun intensitas (bisa jadi meningkat), tidak bisa diubah dengan intervensi positif dari orangtua/pengasuh dan mengganggu kehidupannya sehari-hari.  Patut dicamkan adalah poin mengganggu kehidupan sehari-hari. Kenapa?

Rasa takut yang menetap namun tidak mengganggu kehidupan sehari-hari, dianggap normal. artinya, takut yang tak mengganggu kehidupan keluarga, sosial, sekolah, dan pekerjaan. Misal, ketakutan alami dan manusiawi terhadap ular, tentunya ini normal saja bila dari kecil hingga dewasa takut terhadap ular.

Contoh takut yang tidak normal adalah rasa takut terhadap kegelapan yang terus menetap hingga masa dewasa dan dengan intensitas yang cukup tinggi. Alhasil, ia harus tidur dengan lampu menyala dan ditemani, tidak berani ke kamar kecil sendirian di malam hari, bahkan tidak berani ke warung di malam hari. Contoh lain, rasa takut pada orang asing yang terus berkelanjutan, sehingga anak remaja sukar berteman dan tidak mau mengikuti kegiatan-kegiatan di luar rumah.

 TANGANI RASA TAKUT

Untuk menangani rasa takut pada anak, ada beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua:

-Terima rasa takut anak dan tak menganggap remeh. Seringkali ketakutan anak tak masuk akal bagi orangtua sehingga dinilai sepele. “Biasa saja, gitu aja kok takut.” tanamkan pada diri, “Penting bagi anak berarti penting bagi saya, tak ada yang sepele.”

-Dekati anak dan bicarakan.  Ajak anak untuk memahami diri dan situasi yang dianggap menakutkan. “Oh kamu takut ke dokter. Ada apa?” “Jadi sebenarnya kamu takut disuntik? Disuntik sakit ya. Ya papa mengerti kalau disuntik itu sakit seperti tergores. Kalau tergores, sakit sedikit atau banyak? Sakitnya cepat hilang atau lama hilangnya?”.

  • Bacakan dan diskusikan buku cerita topik rasa takut. Misal, untuk mengatasi takut ke dokter pada anak balita, bisa dibacakan buku berjudul ‘Peper Pergi ke Dokter’.
  • Beri semangat. Kalimat-kalimat positif selalu memberikan penguatan dan menumbuhkan rasa percaya diri. “Ayo Nak, kamu bisa, kamu kan pemberani, anak pemberani mau mencoba.”
  • Beri keteladanan. Ayah dan ibu sebaiknya memberi contoh bagaimana mengatasi rasa takut. Misal, Anda takut dan tidak nyaman terhadap binatang “buas”. Kadang di mal ada pameran reptil/ anjing, manfaatkan ajag ini untuk memberi contoh berani. Misal, memegang reptil atau anjing jinak.

Anak akan melihat bahwa orangtua juga mau mencoba mengatasi rasa takut sehingga diharapkan ia akan mencontoh.

  • Jangan membesar-besarkan. Ini akan makin meyakinkan anak bahwa obyek rasa takutnya memang sungguh menakutkan. Karena anak takut anjing, anak menghindari jalanan yang ada anjingnya. Maka akan semakin sulit bagi anak mengatasi rasa takutnya. juga bukan berarti menyodor-nyodorkannya ke obyek rasa takutnya. “Tidak apa-apa kok, begitu saja takut, nih loh anjingnya.”
  • Tubuh dari pikiran, perasaan dan jiwa yang takut biasanya tegang. Olahraga bisa menenangkan tubuh. adakan acara bermain di luar rumah/olahraga dalam agenda rutinitas harian. Arahkan mereka untuk lebih aktif secara fisik. Bermain bola di lapangan, ayunan, panjat-panjat di arena bermain, dan berlari-lari bisa menjadi pelepas ketegangan yang menyenangkan.

-Berdoa. Ajak anak berdoa bersama setiap hari. Dalam doa keluarga, selain mengucap syukur atas segala berkat-Nya, kita juga bisa mengungkapkan hal-hal yang mengkhawatirkan dan memohon kekuatan dari-Nya. Anak akan melihat ketika kita pasrah, berdoa dan kemudian mendapatkan kekuatan baru, pertolongan dari Tuhan. Saat anak mengalami ketakutan dan kesulitan, ia akan ingat untuk membawanya ke hadapan Tuhan. Anak pun percaya Tuhan akan menolongnya. Iman dan kepercayaan ini akan membantu anak untuk lebih siap mengatasi rasa takut.

  • Hadiah dan pujian. Anak kecil, remaja bahkan orang dewasa suka mendapat hadiah. Mengapa tidak menjanjikan memberi hadiah, benda yang diinginkan-diperlukan anak (sebatas kemampuan finansial orangtua, nilai yang dianut keluarga dan ketersediaan benda) jika ia mau dan sungguh berusaha mengatasi rasa takutnya? Contoh, si remaja bersuara emas yang takut tampil, bahkan di pesta ulang tahun adiknya, sebenarnya sedang mengidam-idamkan skateboard model baru. Gugah keberaniannya menyanyi di depan umum dengan menjanjikan hadiah skateboard tentu menjadi motivasi yang menyenangkan baginya. Memujinya saat tampil berani juga menyenangkan.
  • Bermain pura-pura

Banyak motivator terkenal pun masih melakukan bermain pura-pura sebelum berbicara di depan umum. Ayo lakukan bersama anak. Si remaja bersuara emas bisa diminta bernyanyi di panggung pura-pura, dengan ayah-ibu adik-kakak sebagai penontonnya. Pastikan si anak melakukan kontak mata dengan setiap penonton ketika sedang bernyanyi.

  • Permainan menyenangkan

Melakukan hal-hal yang menggembirakan dengan menyertakan elemen yang menjadi obyek ketakutan dapat membuat kita semakin mengenal dan memahami obyek itu dan meredakan rasa takut. Misal, membuat tenda-tendaan dari selimut di dalam kamar, mematikan lampu dan kemudian membaca cerita humor dengan senter dalam tenda membuat kegelapan terasa menyenangkan. Atau bermain bayang-bayang di tembok kamar dengan memakai senter, juga sangat menyenangkan. Buatlah bayang-bayang yang ramah anak, seperti; burung, kupu-kupu, rumah, dan lainnya..

  • Beri penjelasan, perlihatkan dan lakukan percobaan mengenai hal yang ditakuti. Misal, takut pada badut. Orangtua dapat menjelaskan bahwa badut itu orang biasa yang memakai kostum dan make up. Lalu, nonton film tentang orang yang berprofesi sebagai badut. Di rumah ayah-ibu bisa bermain pura-pura menjadi badut dengan menggunakan make up dan kostum sederhana.
  • Beri anak tip pengalih rasa takut

Bisa dengan bernyanyi pelan, tehnik relaksasi, membaca buku, tidur , berbicara pada diri sendiri, main yoyo dan sejenisnya. Energi dan pikiran takut dapat dialihkan ke hal yang lain, hingga tahu-tahu obyek rasa takut sudah berlalu. (hil)

Foto: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × five =